Etty Maryati : Guru Harus Bisa Bersinergi dengan AI di Society 5.0

Etty Maryati 5.0 1
Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Depok, Etty Maryati Salim.

Indonesiadaily.net – Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Depok, Etty Maryati Salim mengatakan, era Society 5.0 adalah kesempurnaan di era zaman sekarang. Dimana, ini berkonsep kehidupan manusia dipermudah dengan adanya teknologi, dan teknologi tersebut merupakan dari manusia itu sendiri.

“Di konsep Society 5.0 juga menyimpan berbagai manfaat yang dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang sebagai manusia,” ucapnya dalam kegiatan Pelatihan dan Workshop Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) Guru, Rabu 12 Juli 2023.

Bacaan Lainnya

Etty menuturkan, dengan adanya hubungan antara manusia dan teknologi, seorang guru juga harus sadar dan ‘melek’ terhadap perkembangan teknologi. Harus bisa memanfaatkan teknologi untuk mempermudah menjalankan profesi guru. Hal ini juga sejalan dengan perkembangan teknologi yang sudah merambah ke berbagai kalangan, termasuk ke siswa.

Etty Maryati 5.0 2
Pelatihan dan Workshop Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) Guru, Rabu 12 Juli 2023.

“Jangan sampai gurunya kalah dengan perkembangan siswa terhadap teknologi. Di era Society 5.0, guru harus bisa memanfaatkan teknologi di kehidupannya,” terangnya.

Etty menjelaskan, memang dengan perkembangan teknologi sekarang ini yang sudah mengarah pada artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, banyak pekerjaan yang mampu digantikan oleh mesin. Namun, harus disadari hal teresebut juga sejalan dengan semakin banyaknya kemampuan manusia dalam berbagai hal baru.

“Guru harus mampu mengembangkan pola pikir sehinggga memiliki kemampuan mencerna dan mengolah informasi serta membuat keputusan yang berkualitas. Sehingga, guru masih terus berperan dalam dunia pendidikan, terutama dalam hal sisi kemanusiaan yang tidak ada di dalam teknologi,” jelasnya.

Menurut Etty, guru di era Society 5.0 dituntut untuk lebih inovatif dan dinamis dalam mengajar di kelas. Guru harus mengutamakan siswa dibandingkan dirinya, inisiatif untuk melakukan perubahan pada siswanya, mengambil tindakan tanpa disuruh, terus berinovasi serta keberpihakan kepada siswa.

“Akan tetapi dengan adanya perubahan ini banyak yang mempertanyakan apakah peran guru dapat tergantikan oleh teknologi? Namun ada peran guru yang tidak ada di teknologi diantaranya interaksi secara langsung di kelas, ikatan emosional guru dan siswa, penanaman karakter dan modeling/ teladan guru,” jelasnya.

Etty berharap, guru bisa berevolusi dan bertransformasi mengikuti perkembangan zaman yang tidak pernah berhenti, terus bergerak ke arah yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Oleh karena itu, peran dari guru sangat penting sebagai penyeimbang, yakni penanaman karakter yang kuat, menjadi insan-insan yang bermoral dan berakhlak.

“AI bisa dimanfaatkan dalam dunia pendidikan untuk mengetahui serta mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran yang dibutuhkan siswa,” jelasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *