Dokter Umum RS Murni Teguh Ciledug Beberkan Gejala DBD pada Anak

RS Murni teguh tentang DBD
Dokter Umum Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug, dr. Hermadi Pasaribu.

Indonesiadaily.net – Jika tidak terdiagnosis atau terlambat mendapatkan penanganan dari dokter, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak dapat berakibat fatal.

Kali ini Dokter Umum Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug, dr. Hermadi Pasaribu membahas gejala Demam berdarah dengue (DBD) pada anak.

Bacaan Lainnya

Ciri-Ciri Anak Terkena DBD

DBD pada anak biasanya dimulai dengan gejala penyakit seperti virus flu.

Biasanya gejala DBD pada anak akan berkembang pada empat hingga sepuluh hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi dan dapat bertahan sekitar tiga sampai tujuh hari.

Memang sulit untuk mengetahui apakah si kecil terkena DBD, karena beberapa gejalanya mirip dengan penyakit umum yang terjadi pada anak-anak.

“Namun, gejala umum DBD pada anak yang perlu diwaspadai seperti demam tinggi, sulit tidur, kurang nya nafsu makan sert muntah,” kata Dokter Umum Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug, dr. Hermadi Pasaribu, Kamis 13 Juli 2023.

Bagaimana supaya orang tua bisa tahu ketika anaknya terkena gejala DBD, dr. Hermadi menjelaskan, bahwa ada beberapa gejala-gejala yang menyertai misalnya demam tinggi, linu-linu, sakit perut dan sakit kepala.

“Pada awal-awal gejala tersebut kita bisanya memberikan obat-obat simptomatis atau obat penurun panas,” jelasnya.

Apabila demam itu berlanjut lebih dari kurang lebih 48 sampai 72 jam. Sebaiknya diperiksakan ke fasilitas kesehatan dan nanti akan dilakukan pemeriksaan laboratorium penunjang.

Penularan Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah adalah penyakit akibat virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti.

Nyamuk aedes aegypti sangat mudah berkembang biak di genangan air, di daerah yang beriklim hangat, tropis, dan lembap.

Virus dengue menular lewat gigitan nyamuk aedes aegypti pembawa virus. Ketika nyamuk itu menggigit anak, virus berpindah ke anak lewat aliran darah.

Virus kemudian menempel pada sel darah putih dalam tubuh si kecil dan pelan-pelan menginfeksinya sembari diedarkan ke seluruh tubuh hingga memunculkan gejala.

Cara penularannya hanya dari nyamuk betina yang membawa virus ke manusia. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *