Redakan Asam Lambung dengan Beberapa Perubahan Gaya Hidup, Apa Saja?

Asam lambung.(istimewa/indonesiadaily.net)

Indonesiadaily.net –  GERD atau gangguan asam lambung parah bisa memicu masalah kesehatan yang lebih serius. Bahkan dalam beberapa kasus, kita memerlukan pengobatan atau operasi. Meski demikian, sebenarnya gejala GERD bisa diredakan melalui beberapa perubahan gaya hidup berikut, apa saja? Ini dia perubahan  gaya hidup bisa redakan gejala GERD atau asam lambung.

1. Makan perlahan dan dalam porsi kecil

Bacaan Lainnya

Saat perut terlalu penuh, akan ada lebih banyak refluks asam yang masuk ke dalam kerongkongan. Jadi, sebaiknya minumlah air biasa.

2. Jangan tidur setelah makan

Baik berdiri maupun duduk akan membuat asam lambung tetap dalam perut. Untuk itu, ingatlah untuk makan setidaknya tiga jam sebelum tidur dan jangan berbaring setelah makan siang serta ngemil di malam hari.

3. Jangan bergerak terlalu cepat

Hindari olahraga berat beberapa saat setelah makan. Ingat, meski berjalan kaki sedikit setelah makan malam boleh dilakukan, olahraga berat, terutama yang membuat kita harus membungkuk, akan membuat asam lambung naik ke kerongkongan.

4. Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi

Idealnya, kepala harus berada 15 hingga 20cm lebih tinggi dari kaki kita, yang dapat dicapai dengan menggunakan penyangga tempat tidur ekstra tinggi pada kaki tempat tidur yang menopang kepala tempat tidur. Jika pasangan keberatan dengan perubahan ini, coba gunakan penyangga busa untuk tubuh bagian atas. Beberapa orang juga mencoba membuat ganjalan dengan menumpuk bantal. Cara ini berhasil bagi sebagian orang, namun menimbulkan sakit leher pada orang yang lainnya.

5. Turunkan berat badan

Meningkatnya berat badan akan membuat stuktur otot yang mendukung esophageal sphincter meregang, mengurangi tekanan yang menahan sfingter tetap tertutup, sehingga memicu refluks dan heartburn.

6.  Berhenti merokok

Nikotin dapat membantu membuat esophageal sphincter bagian bawah lebih rileks, sehingga terbuka dan membuat asam lambung mudah naik.

7. Cek obat-obatan

Beberapa obat-obatan, termasuk estrogen pascamenopause, antidepresan trisiklik, dan obat penghilang rasa sakit antiinflamasi dapat mengendurkan sfingter.

Sementara obat lain, terutama bifosfonat seperti alendronate (Fosamax), ibandronate (Boniva), atau risedronate (Actonel) yang digunakan untuk meningkatkan kepadatan tulang dapat mengiritasi kerongkongan.(*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *