Perlukah Mengganti Sikat Gigi Setelah Sakit? Ini Penjelasannya

Sikat gigi perlu diganti usai sakit.(istimewa/indonesiadaily.net)

Indonesiadaily.net – Penyakit seperti flu dan Covid-19 diketahui sangat cepat menular, bahkan mudah menyerang balik setelah penderitanya sembuh. Pasca dinyatakan pulih, beberapa orang merasa wajib menyingkirkan benda-benda yang digunakan selama sakit agar virus tidak datang kembali. Hal yang paling sering dilakukan adalah mengganti sikat gigi usai sembuh sakit. Pasalnya, benda ini dipercaya menjadi media utama penyebaran kuman.
Namun apakah hal ini benar-benar perlu dilakukan? Berikut penjelasannya.

Dilansir dari Very Well Health, perlengkapan oral, termasuk sikat gigi, memang bisa menjadi media perpindahan bibit penyakit. Kuman dan virus bisa berpindah dengan mudah saat kamu membersihkan mulut, sehingga menjadikannya sarang kuman. Karena itulah para ahli dari NRH Dentistry  untuk menggantinya setiap 3-4 bulan sekali.

Bacaan Lainnya

Kabar baiknya, walaupun sikat gigi bisa menjadi sarang kuman, penggunanya tidak akan mudah sakit begitu saja. Pasalnya, setelah sakit, tubuh akan menciptakan antibodi untuk mencegah penyakit yang sama datang kembali.

Jika Anda baru sembuh dari sakit, dan belum waktunya mengganti sikat gigi, tidak masalah menggunakan yang lama. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa bakteri yang menempel pada sikat gigi umumnya bersifat anaerob yang akan mati jika terpapar oksigen. Karenanya, membiarkannya mengering bisa membantu menghilangkan sebagian besar kuman dan virus.

Terkait hal ini, Very Well Health juga mengulas sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 pada anak-anak yang mengalami radang tenggorokan. Hasilnya menyebutkan bahwa anak yang mengalami infeksi paling serius sekalipun tidak menyebabkan lebih banyak bakteri pada sikat gigi.

Meski mengganti sikat gigi tidak selalu perlu dilakukan, namun bukan berarti bisa bertindak sembarangan. Bagaimanapun, sikat gigi bisa tetap bisa menularkan penyakit jika digunakan bergantian dengan orang lain.

Jika Anda baru sembuh dari sakit, kemudian sikat gigi dipakai orang lain, maka kuman dan virus akan berpindah ke tubuh orang tersebut. Jika sistem kekebalan tubuhnya tidak mendukung, maka dia bisa saja tertular penyakitmu.

Selain itu, menempatkan sikat gigi anggota keluarga secara berdekatan juga bisa membuat kuman berpindah. Misalnya, sikat gigi yang terkontaminasi kuman menempel pada milik anggota keluarga lain. Walaupun sederhana, namun hal ini bisa menjadi awal penularan penyakit.(*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *