Lebih dari 100 Juta Perempuan Jadi Perokok Pasif, Ahli Ungkap Biang Keroknya

Harga rokok eceran
Ilustrasi

Indonesiadaily.net – Lebih 100 Juta perempuan terpaksa harus menjadi perokok pasif dan membuat mereka rentan memiliki sejumlah penyakit, terutama Kesehatan janin. Hal itu disampaikan Ketua Umum Komnas Pengendalian Tembakau, Prof. dr. Hasbullah Thabrany.

Menurut dia, perempuan yang menjadi perokok pasif lantaran suami, anak, tamu hingga tetangganya merupakan perokok. Adanya fenomena orang terdekat yang menjadi penyebab ini kata dia sangat mangancam kesehatan perempuan.

Bacaan Lainnya

Itu jadi tantangan besar karena efek itu bisa mencapai janin atau anaknya, yang akhirnya bisa menumbuhkan stunting, lemahnya daya pikir kita,” ungkap Prof. Hasbullah seperti dilansir dari Suara.com.

Lebih lanjut, Indonesia sangat membutuhkan makanan pokok sarat gizi. Apalagi pemerintah sedang konsentrasi meningkatkan asupan protein yang sehat untuk ibu hamil dan anak-anak untuk mencegah stunting.

“Satu bungkus rokok bisa untuk membeli paling tidak 3 kilogram beras, paling tidak bisa membeli satu kilogram telur, bisa beli banyak tahu tempe menyehatkan bangsa,” tutup Prof. Hasbullah.

Masih melansir dari Suara.com, walau tidak menjadi perokok aktif perempuan jadi perokok pasif karena menghirup asap sisa pembakaran rokok di udara, yang hasilnya bisa menyebabkan penyakit jantung koroner, stroke, dan kanker paru-paru.

Bahkan khusus untuk perempuan yang jadi perokok aktif bisa merusak kesehatan organ reproduksi, dan memicu berat badan bayi rendah. Ini karena asap rokok bisa menyebabkan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), infeksi pernapasan, infeksi telinga, dan serangan asma pada bayi serta anak-anak.

Selain itu, perempuan yang merokok lebih sulit hamil, bahkan berisiko tinggal tidak bisa hamil. Merokok atau menghirup asap rokok selama kehamilan juga bisa menyebabkan kerusakan jaringan pada bayi belum lahir, terutama di paru-paru dan otak.(*)

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *