Indonesiadaily.net – Mengimplementasi tri dharma perguruan tinggu, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Jakarta (FK UPNVJ) mengadakan pengabdian kepada masyaraka (PKM) di Posbindu Delima, Perumahan Bukit Rivaria Sektor 2 RT. 04 RW. 11 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok, Kamis (15/6/2023).
PKM bertajuk ‘Meningkatkan Kapasitas Kader Posbindu Delima Kelurahan Bedahan Sawangan Depok Dalam Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Millitus’ diketuai oleh Nurfitri Bustamam, SSi, MKes, MPdKed (Departemen Fisiologi) dengan anggota dr. Nugrahayu Widyawardani, M.Gz, SpGK, AIFO-K (Departemen Gizi), Yosha Putri Wahyuni, M.Biomed (Departemen Biologi Molekuler) dan dr. Citra Ayu Aprilia, MKes (Departemen Farmakologi).
Nurfitri Bustamam mengatakan pihaknya kembali mengadakan PKM di Posbindu Delima karena para kader mengimplementasikannya dengan baik.
“Jadi pengetahuan yang kami ajarkan berguna untuk mereka dan diterapkan saat kegiatan posbindu,” kata Fitri -sapaannya-.
Fitri mengungkapkan bahwa Indonesia diurutan ke-7 sebagai negara dengan penyandang Diabetes Mellitus (DM) terbanyak di dunia pada tahun 2019.
“Data Riskesdas menunjukkan jumlah penyandang DM di Indonesia terus meningkat,” ungkap Fitri.
Diabetes Mellitus yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi yang serius dalam jangka pendek dan jangka panjang, misalnya penurunan kesadaran, infeksi berulang, kebutaan, serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan amputasi kaki.
“Sesungguhnya melalui pengobatan dan modifikasi gaya hidup, DM dapat dikontrol sehingga penyandang DM dapat hidup sehat,” papar Fitri.

Di Posbindu Delima tercatat ada 10 orang penyandang DM. Selain itu, tercatat di Posbindu ada 8-13 orang dengan kadar gula darah yang dikategorikan sebagai prediabetes.
“Sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan agar kondisi prediabetes tidak berkembang menjadi diabetes,” katanya.
Menurut Fitri, kader Posbindu adalah garda terdepan yang menjadi agen perubahan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular termasuk DM, di mana melalui posbindu upaya deteksi dini warga yang memiliki faktor risiko DM dan warga penyandang DM dapat dilakukan melalui pemeriksaan gula darah oleh kader yang terlatih.
“Bila ditemukan warga dengan masalah kesehatan tersebut dapat diberi edukasi, intervensi, atau dirujuk ke Puskemas,” tegasnya.
Mengingat peran strategis kader posbindu tersebut, kader perlu mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup berkaitan dengan upaya pencegahan dan pengendalian DM, sehingga Tim PKM UPNVJ menawarkan solusi untuk bekerjasama dengan kader Posbindu Delima yang berjumlah 10 orang.
“Kegiatan tersebut bertujuan agar pengetahuan dan keterampilan kader cukup, sehingga kader dapat melakukan upaya untuk mencegah dan mengendalikan DM pada warga khususnya warga RW 11 Bedahan, Sawangan Depok,” ucap Fitri.
Pada kegiatan PKM, kader dilatih hingga terampil melakukan pemeriksaan gula darah dengan benar menggunakan glukometer. Pengukuran gula darah diperlukan tidak saja untuk menemukan warga penyandang DM, tetapi juga untuk memantau kondisi kesehatan warga yang sudah tercatat sebagai penyandang DM di Posbindu.
“Diharapkan kader dapat melakukan kegiatan pengukuran gula darah puasa sebulan sekaliha bagi warga penyandang DM, setahun sekali bagi warga yang mempunyai risiko DM, dan tiga tahun sekali bagi warga yang sehat,” harapnya.
Tim PKM juga memberikan edukasi tentang berbagai hal terkait DM, antara lain tentang gejala dan kriteria DM, faktor risiko, dan komplikasinya serta upaya yang dapat dilakukan agar kadar gula darah dapat terkontrol, yaitu diet, olahraga, mencapai dan mempertahankan berat badan ideal, berhenti merokok dan minum obat sesuai anjuran dokter.
Selain itu, Fitri menambahkan, pihaknya juga melakukan edukasi menggunakan gambar atau infografis melalui WhatsApp group dan Instagram secara bertahap sehingga lebih mudah dipahami dan dapat didiskusikan serta mudah disebarluaskan informasinya kepada warga.
“Kami berharap kader Posbindu dari setiap RT dari RW 11 Kelurahan Bedahan Sawangan Depok dapat memanfaatkan WhatsApp group dan Instagram sebagai wadah saling berbagi atau bertukar informasi, memberi motivasi, dan memantau untuk meningkatkan kepatuhan berobat dan melakukan gaya hidup yang sehat pada peserta posbindu penyandang DM, agar gula darahnya dapat terkontrol sehingga komplikasi DM dapat dicegah,” ucap Fitri. (*)






