Indonesiadaily.net – Aloysius Iustitia menjadi nama angkatan siswa kelas VI SD Nasional Plus (NP) Tunas Global tahun pelajaran 2022/2023 yang lulus untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Kepala SD NP Tinas Global, M. Taufiqurrahman mengatakan, ada 43 siswa kelas VI yang dinyatakan telah selesai mengenyam pendidikan di jenjang SD dan resmi menjadi angkatan ke-11.
“Aloysius Iustitia artinya adalah pejuang keadilan dari bahasa latin,” katanya.

Taufiqurrahman menjelaskan, maksud pejuang keadlian adalah siswa sebagai generasi bangsa tentu harus menjadi pejuang bangsa membela negara. Sedangkan, untuk keadilan harus bisa menegakan kebenaran dimana saja dan kapan saja.
“Mereka yang lulus dari SD NP Tunas Global adalah generasi bangsa yang siap untuk menjadi generasi bangsa. Penerus perjuangan bangsa untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya,” jelasnyaut.
Taufiqurrahman menuturkan, siswa yang lulus sekarang ini mentalnya sudah teruji. Dimana, mereka belajar dalam tiga situasi yang berbeda. Pertama pada saat pandemi Covid-19, lalu masa transisi, dan terakhir di pasca pandemi. Jadi, pengetahuan dan gaya belajar mereka pun sudah teruji dalam berbagai hal, sehingga menjadi lulusan yang lebih berkualitas.
“Setiap siswa perempuan dan laki-laki memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Seperti laki-laki yang keseimbangan antara intelektual dan sosialisasi, biasanya pada usia 17 tahun, jadi pada saat mereka kuliah,” tuturnya.

Sementara itu, Pengawas SD Kecamatan Pancoranmas, Sukamto menuturkan, sesuai dengan maksuda dari Aloysius Iustitia, maka dibutuhkan siswa yang kuat dan tangguh untuk membangun bangsa. Siswa harus sadar kalau kegagalan bukanlah sesuatu yang tercela. Tetapi itu bisa menjadi momen untuk merefleksikan diri menjadi lebih baik lagi.
“Jangan lupakan peran guru dan orang tua dalam membimbing dalam dunia pendidikan. Peran guru dalam proses kehidupan sangat besar dan berpengaruh, tidak bisa tergantikan,” katanya.
Sementara itu, Dewan Pemmbina Yayasan Mandiri Tunas Global, Eppy S. Rachmat menuturkan, setelah menempuh pendidikan SD berarti mereka telah selesai menjalani pendidikan dasar 10 tahun, yakni TK, SD, dan SMP. Itu adalah masa-masa yang krusial dan membutuhkan waktu yang panjang. Jadi, harus dimaksimalkan di momen-momen tersebut.

Siswa yang sekarang ini, beruntung karena ada Kurikulum Merdeka. Karena di kurikulum tersebut, sesuai dengan kondisi sekarang ini. Dimana, sekolah diberikan ruang untuk mengembangkan kurikulumnya sendiri.
“Kemerdekaan yang dimaksud adalah kebebasan bergerak, ruang dan kesempatan untuk berfikir, dan dapat memutuskan pilihan dan langkahnya sendiri. Tetapi, tentu harus dalam pengawasan dan pembinaan orang tua,” tuturnya. (*)






