Indonesiadaily.net – Ada 16 provinsi di Indonesia yang termasuk dalam kategori miskin di 2024 nanti. Dimana, dalam rincian data yang dikeluarkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa tersebut, termasuk Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Lampung.
Jika berpandangan pada data Bappenas, di Jateng, tingkat kemiskinannya mencapai 9,5 persen sampai 10 persen. Sedangkan untuk pertumbuhan ekonominya diprediksi mencapai 5 persen hingga 5,4 persen.
Kemudian, tingkat pengangguran melampaui target nasional sebesar 4,26 persen hingga 4,96 persen.
Sementara itu, di data Bappenas mencatatkan Papua dan Papua Barat dalam satu kesatuan.
“Di daerah, sasaran pembangunan provinsi di 2024 ada sekitar 16 dari 34 provinsi yang kami hitung karena Papua dan Papua Barat masih jadi satu. Di mana tingkat kemiskinannya relatif masih tinggi dibandingkan sasaran pembangunan pada 2024 yang akan datang,” tutur Suharso.
Suharso juga menjelaskan, di 2024 di kawasan Pulau Sumatra provinsi miskin ada Aceh, Bengkulu, Sumatra Selatan, hingga Lampung yang masih masuk kategori provinsi miskin di 2024.
Sementara itu di Pulau Jawa, ada tiga kawasan yang termasuk miskin.
“Kemudian di Jawa masih cukup tinggi, Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” rincinya.
Ia juga menyinggung soal provinsi miskin di Sulawesi seperti Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara, termasuk Gorontalo.
Selain itu, ada juga Maluku, Papua, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih masuk kategori miskin tahun depan. Ia menegaskan data untuk Papua dan Papua Barat dihimpun sebelum pemekaran.
Kendati, Suharso mengatakan masih ada pulau yang tidak mencatatkan provinsi miskin pada 2024.
“Di Kalimantan Alhamdulillah semuanya sudah di bawah rata-rata nasional,” ungkapnya.
Sementara itu, rincian sasaran pembangunan secara nasional adalah pertumbuhan ekonomi di angka 5,3 persen hingga 5,7 persen, tingkat pengangguran sebesar 5 persen-5,7 persen, dan tingkat kemiskinan 6,5 persen sampai 7,5 persen. (*)





