Tuberkulosis Dibahas Mendalam RS Murni Teguh Ciledug, Ternyata Tak Hanya Serang Paru-paru

Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug, dr. Rifki Albana, MMR, Sp.OT. membahas soal tuberkulosis(Istimewa)
Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug, dr. Rifki Albana, MMR, Sp.OT. membahas soal tuberkulosis(Istimewa)

Indonesiadaily.net – Kebanyakan orang mengetahui jika Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit yang menyerang paru-paru, padahal kata dr. Rifki Albana, MMR, Sp.OT, penyakit tersebut dapat Bisa menyerang usus, tulang, sendi dan tulang belakang.

Lebih lanjut kata dia, TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru.

Bacaan Lainnya

Namun, tidak jarang pula bakteri dapat memengaruhi bagian tubuh lainnya seperti sendi dan tulang.

“Untuk TBC yang paling sering terserang salah satunya tulang belakang. Kalau sendi sendiri paling sering terkena adalah sendi lutut dan sendi panggul,” kata dr. Rifki Albana, MMR, Sp.OT mengutip dari Instagram @murniteguhciledug, Senin, 15 Mei 2023.

Dia menuturkan, jika tuberkulosis pada kasus dimuskoleskeletal. Penderita mungkin membutuhkan obat-obatan yang jangka waktu lama.

“Bisa sampai satu tahun penderita meminum obat-obatan tersebut,” tuturnya.

Selain itu, jika tidak berkurang maka kemungkinan akan membutuhkan beberapa tahapan-tahapan operasi.

Jika tulang belakang sudah terkena penyakit TBC, tuberkulosis akan merusak tulang belakang yang menghasilkan kumpulan nanah sampai akhirnya akan mengeras.

“Jika sudah rusak di area sekitarnya juga akan mempengaruhi syaraf yang ada di sekitarnya. Karena penopang dari syaraf tersebut (tulangnya) mengalami kerusakan,” jelasnya.

Begitu juga jika terjadi infeksi di sendi. dr. Rifki Albana, MMR, Sp.OT mencontohkan pada sendi lutut.

Ketika infeksi masuk ke dalam sendi lutut, penyakit akan menggerogoti lapisan sendi, tulang rawan yang mengakibatkan kerusakan dari elemen sendi tersebut.

“Sehingga terjadi kehancuran pada sendi,” katanya.

Penulis: Ibnu Galansa

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *