Sekolah Keberagaman: Sekolah Tunas Global Rayakan 5 Tahun Berdirinya Pura

Hindu Sekolah Tunas Global 1
Keluarga besar umat Hindu Sekolah Nasional Plus Tunas Global, mengadakan perayaan Piodalan Agung 5 tahun berdirinya Pura Widya Dharma Karya Tunas Global.

Indonesiadaily.net – Keluarga besar umat Hindu Sekolah Nasional Plus Tunas Global, siswa, guru, alumni dan orang tua mengadakan perayaan Piodalan Agung 5 tahun berdirinya Pura Widya Dharma Karya Tunas Global, yang jatuhnya bersamaan dengan Hari Raya Saraswati yang merupakan peringatan turunnya ilmu pengetahuan , Sabtu 20 Mei 2023.

Kepala Bagian Umum Sekolah Tunas Global, Kadek Budhi Aryawan sekaligus penanggung jawab ruang ibadah mengatakan acara piodalan agung yang digelar kali ini cukup istimewa dengan rangkaian upakara Mecaru Panca Sata yaitu menghaturkan kurban 5 ayam berbeda warna bulunya sesuai arah mata angin dan Pujawali dipimpin Ratu Peranda (pendeta Hindu) Brahmacarya dari Pura Aditya Jaya Rawamangun.

Bacaan Lainnya

pure tunas global

 

Adapun tujuan diadakan upakara ini selain untuk pensucian berkala pura sehingga menjaga vibrasi positif yg besar, juga sebagai sarana pembelajaran pada siswa dalam menjalankan ibadah agamanya dimana pelajaran agama meliputi belajar Tatwa ( filsafat atau pemahaman), Etika (perilaku) dan Upakara (ritual/ibadah).

Seusai persembahyangan bersama seluruh siswa,orang tua dan alumni, juga diadakan acara mesimekrama atau bersilahturahmi diantara keluarga besar Hindu Tunas Global dalam bentuk makan2 bersama, katanya

Kadek menjelaskan, di Sekolah Tunas Global terdapat lima tempat ibadah dari lima agama, yang dibuat khusus agar sekaligus dapat dimanfaatkan untuk tempat belajar agama masing2. Diantaranya tempat ibadah Islam, mushola Darul Ilmi, Pura Widya Dharma Karya Tunas Global untuk Hindu, Kapel Santo Albertus Magnus untuk Katholik, Ruang ibadah Kristen Protestan Sola Fide dan Cetiya Vidiya Mukti Tunas Global untuk Buddha. Walaupun ruang ibadah dalam sekala yang tidak terlalu besar, tetapi kami sudah menjalani moto kami Respek pada keberagaman dan adil dalam perlakuan sesuai dengan konsep Sekolah Tunas Global, yakni Sekolah Keberagaman

Kadek menuturkan, dengan adanya lima tempat ibadah untuk lima agama di sekolah, maka siswa sejak dini sudah ditanamkan bukan saja harus kuat pada keimanan masing2, menghormati dan menghargai perbedaan tetapi juga meningkatkan rasa persaudaraan antar siswa berbeda agama.

Hindu Sekolah Tunas Global 2

Keberagaman adalah sebuah kekayaaan sumber belajar, siswa lebih banyak belajar dari keterbukaan terhadap perbedaan, sebagai salah satu pengejawantahan sekolah keberagaman. Hal tersebut, juga menjadi pembelajaran yang penting untuk anak-anak sebagai bekal mereka dalam menjalani hidup sampai dewasa nanti dan dalam menghadapi tantangan global masa depan.

“Tidak hanya ilmu pengetahuan, bekal untuk masa depan ada juga hal-hal yang membentuk karakter, pola pikir terbuka, kuat pada keyakinan masing2 namun tetap respek pada adanya berbedaan, berjiwa pancasila, dan berwawasan global itu diajarkan juga di sekolah sebagai tempat mendidik,” jelasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *