Pisang Baik Dimakan Saat Sarapan? Yuk Cek Faktanya

Pisang.(istimewa/indonesiadaily.net)

 

Indonesiadaily.net -Pisang merupakan buah yang menyehatkan dan bisa dikonsumsi kapan saja sebagai pelengkap pola makan bergizi seimbang. Beberapa dari kita lebih suka makan pisang pada pagi hari atau saat sarapan. Selain dimakan utuh, biasanya, pisang dijadikan campuran smoothies atau oat. Lalu, apakah pisang baik dimakan saat sarapan? Ini penjelasannya.

Bacaan Lainnya

Pisang merupakan buah yang sangat bergizi, mengandung potasium, serat, vitamin B6 dan vitamin C dalam jumlah yang cukup. Namun, pisang juga relatif tinggi karbohidrat dan gula alami.

Dilansir dari Healthline, meskipun pisang dapat membantu memberikan lonjakan energi yang cepat untuk memulai pagi, buah ini dapat meningkatkan kadar gula darah dan menyebabkan gangguan di pagi hari bagi mereka yang menderita diabetes tipe 2.

Studi juga menunjukkan bahwa makan sarapan yang sebagian besar terdiri dari makanan karbohidrat olahan dapat meningkatkan tingkat kelaparan dan risiko kenaikan berat badan dalam jangka panjang.

Sebaliknya, memasangkan makanan sehat, serat tinggi, karbohidrat tinggi, seperti pisang, dengan lemak sehat dan sumber protein yang baik mungkin lebih bermanfaat untuk pengaturan gula darah dan nafsu makan. Selain itu, makan pisang saja mungkin tidak ideal sebagai sarapan, mengonsumsi pisang sebelum makan pagi atau sebagai bagian dari sarapan seimbang mungkin lebih bermanfaat. Satu buah pisang ukuran sedang mengandung sekitar 3 gram serat, senyawa tumbuhan yang memperlambat pengosongan perut untuk meningkatkan rasa kenyang.

Pisang mengandung banyak nutrisi penting yang dapat bermanfaat bagi penurunan berat badan, pencernaan, dan kesehatan jantung.  Berikut adalah kandungan nutrisi dalam satu buah pisang ukuran sedang (126 gram): Kalori: 112 Lemak: 0 gram Protein: 1 gram Karbohidrat: 29 gram Serat: 3 gram Vitamin C: 12% dari Nilai Harian/Daily Value (DV) Riboflavin: 7% dari DV Folat: 6% dari DV Niasin: 5% dari DV Tembaga: 11% dari DV Kalium: 10% dari DV Magnesium: 8% dari DV.(*)

 

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *