Penyakit LSD pada Sapi Ditemukan di Depok: DKP3: Masih Observasi

Sapi yang terkena LSD.(istimewa/indonesiadaily.net)

 

Indonesiadaily.net – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok, Jawa Barat menemukan penyakit Lumpy Skin Desease (LSD) atau penyakit lato-lato pada sapi.

Bacaan Lainnya

“Sudah ditemukan (belum tahu jumlahnya) tapi kami masih observasi,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) DKP3 Kota Depok, Dede Zuraida, Selasa (23/5/2023) saat dihubungi wartawan.

Dede mengatakan penyakit LSD ini harus diwaspadai dan harus ditingkatkan dengan memperkuat sistem surveilans deteksi dini penyakit, memperketat pengawasan lalu lintas hewan dan pengujian dan diagnosis penyakit lato-lato.

“Pencegahan secara spesifik dilakukan dengan vaksinasi, terhadap hewan ternak,” tuturnya.

Penyakit LSD karena virus dari keluarga Poxviridae yang menyebar melalui gigitan serangga seperti nyamuk dan lalat.

Sapi yang kena virus tersebut, sekujur tubuh sapi akan muncul benjolan seperti lato-lato dan bernanah.

“Hal tersebut terjadi setelah melalui masa inkubasi selama 5–14 hari sebelum timbul gejala,” katanya.

Namun menurutnya hingga saat ini belum ada pengobatan khusus terhadap penyakit LSD atau lato-lato.

Menurutnya, pengobatan lato-lato bersifat symptomatik untuk mengobati gejala klinis yang muncul dan suportif untuk memperbaiki kondisi tubuh ternak terinfeksi.

 

Penulis : M.Yadi
Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *