Indonesiadaily.net – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengklaim angka kasus stunting atau gagal tumbuh akibat kekurangan gizi menurun dari yang sebelumnya 19,9 persen menjadi 9 persen.
Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, dalam mencegah kasus stunting naik kembali, dirinya menggenjot Dinas terkait untuk terus memberikan tablet tambah darah kepada remaja putri 1 kali dalam seminggu.
“Karena masalah stunting ini kan pokoknya berasal dari anemia. Oleh karena itu aktivitas fisik seperti olahraga juga harus tetap dijalankan,” ujar Benyamin.
Menurutnya stunting memiliki dampak yang luar biasa. Untuk itu diharapkan perlu ada upaya dari dinas terkait dan juga lintas sektor agar stunting dapat dicegah.
“Stunting itu jangka panjang yang mempunyai dampak luar biasa. Untuk itu ya langkahnya lintas sektor dan ini untuk melahirkan generasi yang sehat,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dokter Allin Hendalin mengungkapkan, menurunnya angka stunting di Tangsel adalah bentuk kolaborasi multi sektor yang telah dilakukan.
Dimana, poin terpenting dalam melakukan pencegahan stunting dimulai 1.000 hari pertama kehidupan. Sejak ibu hamil sampai anak berusia dua tahun.
“Tetapi ada yang tidak boleh kita lupakan yakni dengan mengoptimalkan gizi para remaja. Karena ini merupakan aset dan investasi yang penting untuk menurunkan angka stunting, dan angka kematian ibu dan anak,” terangnya.
Dan salah satunya penyebabnya adalah anemia yang terjadi pada ibu hamil. Untuk itulah, program yang kita lakukan dalam mencegah hal tersebut adalah pemberian tablet penambah darah.
“Program ini akan dibantu kader Doremifasolasido, yang mana saat ini diikuti 70 anak, 35 dari SMP dan 35 dari SMA. Diharapkan dengan adanya Doremifasolasido siswa dapat mengajak teman-temannya untuk berperilaku sehat,” tutupnya.
Penulis : Ihya Ulumuddin
Editor : Nur Komalasari






