Terlalu Sering Konsumsi Kentang Goreng Sebabkan Depresi?

Kentang goreng.(istimewa/indonesiadaily.net)

Indonesiadaily.net –  Sebuah penelitian menyatakan bahwa kentang goreng juga berhubungan dengan kondisi kesehatan mental seseorang. Orang yang sering konsumsi kentang goreng, disebut berisiko tinggi terkena depresi dan kecemasan, benarkah hal itu? Berikut penjelasannya.

Tim peneliti dari Universitas Zhejiang, Hangzhou, China menerbitkan penemuan itu dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS). Dilansir dari CNN Health, mereka melakukan pengamatan terhadap 140.728 warga Inggris selama lebih dari 11,3 tahun. Hasilnya, terdapat total 8.294 kasus kecemasan dan 12.735 penderita depresi di antara mereka yang makan gorengan.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya itu, sebanyak 12 persen orang yang konsumsi kentang goreng lebih banyak mengalami masalah kecemasan dan 7 persen berisiko depresi dibandingkan orang yang tidak makan gorengan tersebut.

Penelitian tersebut menyimpulkan, orang yang terlalu sering konsumsi kentang  goreng, berkaitan dengan depresi dan kecemasan.

Kondisiini terutama terjadi di antara anak-anak hingga pria berusia muda. Meski begitu, para peneliti belum menyimpulkan apakah kentang goreng menyebabkan masalah mental, atau orang beralih makan gorengan saat terkena gangguan tersebut.

PenelitiUniversitas Zhejiang Yu Zhang yang menulis studi tersebut mengatakan bahwa masyarakat tetap harus hidup sehat meski makan kentang goreng. “Tidak perlu panik tentang efek buruk dari makanan yang digoreng.” Menurutnya, menjaga gaya hidup sehat dan mengurangi konsumsi gorengan dapat membantu mendukung kesehatan mental dan tubuh secara keseluruhan

Dikutip dari Dailymail, para ahli menduga zat akrilamida dalam kentang goreng merupakan penyebab dari gangguan mental tersebut. Akrilamida adalah zat kimia yang terbentuk saat makanan bertepung, seperti kentang, digoreng dan dipanggang pada suhu tinggi. Zat tersebut dikaitkan dengan peradangan di otak, obesitas, penyakit kardiovaskular, bahkan kolesterol yang berhubungan dengan kecemasan dan depresi.

Selain ada di kentang goreng, akrilamida juga ada pada ayam goreng, ikan goreng yang dilapisi tepung roti, donat, keripik, dan roti bakar. Makanan yang digoreng berisiko menyebabkan gejala kecemasan tujuh persen lebih tinggi pada pria daripada wanita.(*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *