Teknologi AI Kini Bisa Mengajarkan Anak Membaca dan Menulis

Teknologi AI untuk baca

Indonesiadaily.net – Beberapa waktu belakangan ini, sedang ramai diperbincangkan tentang berkembang dengan pesarnya teknologi Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan. Hal ini ternyata kegelisahan di sejumlah kalangan masyarakat dunia.

Meski beberapa masyarakat menganggap, AI bisa mengancam peran manusia, pendiri Microsoft, Bill Gates, justru tidak menganggap demikian. Gates justru menganggap bahwa AI bisa berperan besar dalam membantu perkembangan manusia.

Bacaan Lainnya

Gates menyebutkan bahwa AI, terutama AI chatbot, bisa membantu anak-anak belajar membaca dan mengasah keterampilan menulis mereka dalam waktu 18 bulan. Hal itu tentu berpengaruh pada nilai akademis anak yang bisa turut meningkat berkat AI chatbot.

“AI akan mencapai kemampuan tersebut, yakni menjadi tutor yang sama baiknya seperti manusia,” ujar Gates.

Menurut Gates, saat ini chatbot memiliki kefasihan yang sangat luar biasa dalam kemampuan membaca dan menulis. Oleh karena itu, chatbot dipercaya bisa membantu para siswa untuk meningkatkan kedua hal tersebut melalui cara yang belum pernah dilakukan oleh teknologi sebelumnya.

Sebagai contoh, seorang penulis teknologi di New York Times, Kevin Roose mengaku telah menggunakan program ChatGPT untuk meningkatkan kualitas tulisannya. Bahkan, ia menggunakan kemampuan AI untuk mencari panduan gaya tulisan daring dengan cepat.

Lalu, beberapa akademisi mengatakan bahwa mereka turut kagum dengan kemampuan chatbot dalam meringkas dan memberikan penilaian terhadap susunan sejumlah kalimat. Selain itu, mereka juga terkejut dengan kemampuan AI untuk menulis esai secara lengkap.

Meskipun memiliki sejumlah keunggulan, para ahli menemukan bahwa AI memiliki sejumlah kelemahan, yakni masih kesulitan dengan perhitungan sistematis. Berkaitan dengan hal tersebut, Gates pun mengaku bahwa ia masih berkoordinasi dengan pengembang Microsoft AI.

“Gates selalu bertanya kepada pengembang Microsoft AI terkait mengapa chatbot tidak dapat melakukan perhitungan yang sederhana. Jawabannya adalah AI membutuhkan kemampuan penalaran yang lebih baik untuk menangani kompleksitas perhitungan matematika,” tulis laporan CNBC Make It.

Gates yakin bahwa dalam dua tahun ke depan, teknologi AI akan semakin berkembang pesat. Kemudian, AI diyakini bisa menjadi ‘guru privat’ yang terjangkau dan mudah diakses bagi para siswa.

Diketahui, chatbot AI, seperti ChatGPT, OpenAI, dan Bard Google telah berkembang pesat selama beberapa bulan terakhir. Berkat perkembangannya, chatbot bisa bersaing dengan tingkat kecerdasan manusia pada tes standar tertentu.

Beberapa pendukung AI mengatakan, kemampuan AI chatbot dalam mengenali dan membuat ulang bahasa yang mirip dengan manusia semakin berubah secara dinamis sehingga anggapan Gates bisa mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (*)

 

Editor: Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *