Indonesiadaily.net – Ramadan bulan mulia dan bulan belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik. Bahkan Ramadan untuk berlatih memiliki rasa kasih sayang, salah satunya melalui sodaqoh. Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Depok Qurtifa Wijaya.
Menurut Qurtifa Wijaya, seorang berpuasa pasti merasakan rasa lapar.
Maka ia akan merasakan bagaimana penderitaan orang-orang faqir dan miskin.
“Sehingga muncul rasa kasih sayang dan kepedulian untuk berbagi kepada saudara-saudaranya yang hidup dalam kekurangan,” ungkap Qurtifa Wijaya, Rabu (05/04/2023).
Jadi dengan berpuasa seorang muslim dapat merasakan langsung bagaimana sesungguhnya kesulitan dan kesusahan yang dihadapi oleh saudara-saudara mereka yang bukan hanya menahan lapar dari pagi hingga petang hari, namun mengalaminya sepanjang waktu.
“Karena sesungguhnya seorang pengendara mobil tidak akan pernah mengetahui sejauh mana kesulitan yang dihadapi oleh pejalan kaki, kecuali dia ikut berjalan kaki,” ungkap pria yang juga anggota Fraksi PKS itu.
Dalam hadist Rasulullah menjelaskan tentang menumbuhkan sifat kedermawanan, memberikan sebagian dari rizki yang telah dilimpahkan Allah SWT kepada sesama.
Hal itu juga berkaitan dengan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Diantaranya, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa sebaik-baik sodaqoh, adalah sodaqoh di bulan Ramadhan.
Selanjutnya beliau juga menyampaikan bahwa orang yang memberi makan atau minum untuk orang yang berbuka berpuasa akan mendapatkan tambahan pahala puasa, sekalipun yang ia berikan hanya sebutir kurma dan seteguk air.
“Rasulullah SAW adalah seorang pemimpin yang sangat peduli dan mencintai umatnya. Beliau adalah contoh terbaik tentang sifat kedermawanan. Beliau sangat memuliakan dan memperhatikan orang lain,” ungkap Qurtifa Wijaya.
Qurtifa Wijaya menerangkan bahwa sifat Rasulullah sangat dermawan. Bahkan barangsiapa meminta sesuatu kebutuhan kepadanya maka tidak pernah ditolaknya.
Jika tidak ada yang bisa diberikan, maka disampaikan dengan kata-kata yang halus, tidak dengan kata kasar dan sikap keras.
“Kecintaannya yang tinggi terhadap Allah SWT dan rasa kehambaan dalam dirinya menyebabkan (Rasulullah) menolak sama sekali untuk ditempatkan sebagai seorang yang dipertuankan dan diperlakukan istimewa,” jelasnya.
Anugerah kemuliaan dari Allah SWT tidak dijadikan sebab untuk merasa dirinya lebih dari yang lain, baik ketika di depan umum maupun dalam kesendirian.
Rasulullah SAW adalah seorang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau berlipat ganda di bulan Ramadhan.
Disebutkan dalam shahih Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata:
”Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, dan lebih dermawan lagi ketika memasuki bulan Ramadhan dimana malaikat Jibril menemuinya setiap malam bulan ramadhan, beliau bertadarus Al-Qur’an dengan Jibril.
“Maka ketahuilah bahwa Rasulullah SAW lebih dermawan dalam hal kebaikan dari pada angin yang berhembus,”.
Inilah salah satu pelajaran penting yang diharapkan dapat diraih oleh setiap muslim yang mengerjakan ibadah shaum di bulan Ramadhan.
Tujuan dari setiap ibadah adalah melahirkan kebaikan dan ketaqwaan. Salah satu wujud dari ketaqwaan tersebut adalah kesediaan untuk membantu orang lain yang berada dalam kesulitan dan kekurangan, yaitu menolong para faqir dan miskin, serta anak-anak yatim.
Rasulullah SAW sangat dicintai oleh para sahabatnya, karena beliau sangat dekat dan sayang kepada sahabat-sahabatnya. Sampai-sampai setiap sahabat yang bertemu dengan Rasulullah SAW merasakan bahwa Rasulullah SAW paling besar memberikan perhatian kepadanya.
Sebagai ummat Rasulullah SAW tentunya kita patut mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh beliau, menjadi seorang yang dermawan dan menjauhi kekikiran.
Penulis : Irwan Supriyadi
Editor : Nur Komalasari






