Nilai-nilai Keberagaman SMP NP Tunas Global di Momen Ramadan

ramadan Tunas Global 1
Keberagaman yang menjadi konsep pendidikan di SMP Nasional Plus (NP) Tunas Global diaplikasikan di momen bulan Ramadan.

Indonesiadaily.net – Keberagaman yang menjadi konsep pendidikan di SMP Nasional Plus (NP) Tunas Global diaplikasikan di momen bulan Ramadan. Tidak hanya menjadi kegiatan untuk siswa yang beragama Islam saja, tetapi siswa dengan agama lainnya juga ada kegiatan keagamaannya masing-masing.

Kepala SMP NP Tunas Global, Rizki Niken Suskandari mengatakan, sesuai dengan dasar dari pendidikan di SMP NP Tunas Global yakni sekolah umum, maka di satu momen keagamaan, siswa juga ikut mendapatkan materi atau kegiatan sesuai dengan keagamannya masing-masing.

Bacaan Lainnya

ramadan Tunas Global 2

Di SMP NP Tunas Global ada lima agama yang dianut siswa-siswanya. Diantaranya Islam ada 66 siswa, Kristen ada 23 siswa, Katolik 19 siswa, Hindu ada tiga siswa, dan Budha ada dua siswa.

“Suasana Ramadan adalah suasana keagamaan. Jadi, keagamaannya itu yang kami ambil untuk membuat kegiatan bagi agama lainnya di sekolah,” katanya.

Niken menuturkan, dalam kegiatan yang bertemakan Indahnya Ramadan dan Indahnya Keberagaman yang berlangsung dari 12 – 14 April 2023 tersebut, siswa-siswa yang beragama Islam diisi dengan berbagai kegiatan, seperti materi tentang sejarah Islam, menonton film yang bertemakan keberagaman. Lalu ada juga penampilan siswa dan makan bersama atau buka puasa bersama.

ramadan Tunas Global 4

“Jika siswa muslim disebut dengan buka puasa bersama, tetapi untuk siswa yang lainnya diadakan makan bersama. Tetapi, semuanya diadakan serempak pada saat adzan Magrib. Jadi ada rasa kebersamaan antar agama,” tuturnya.

Niken menjelaskan, tidak hanya tentang penguatan ilmu keagamaan, tetapi nilai-nilai sosial juga ditanamkan dalam kegiatan ini. Dimana, siswa harus bisa betoleransi dengan agama lainnya. Sehingga, keharmonisan dalam hidup akan terjalin dengan baik dalam bersosialisasi.

ramadan Tunas Global 3

“Nilai-nilai keberagaman menjadi konsep dasar pendidikan. Dimana, siswa memahami tentang apa yang ada di sekeliling mereka, dan harus saling menghargai dan menghormati,” jelasnya. (*)

 

Editor: Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *