Kisah Marbot Masjid Tertua di Kota Tangerang, Mengabdi Selama 32 Tahun

Muksin Halimi, Marbut Masjid Jami Kali Pasir yang mengabdi selama 32 tahun.(Istimewa/Indonesiadaily.net)

 

Indonesiadaily.net – Muksin Halimi (52), sejak usia 20 tahun memutuskan untuk menjadi marbot atau pengurus masjid Jami Kalipasir, yang merupakan masjid tertua di Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Bacaan Lainnya

Muksin menceritakan suka-duka saat menjadi marbot masjid yang dekat dengan rumahnya tersebut. Dia mengisahkan awal mulanya mengabdi di tempat suci itu.

Awal mula dia memutuskan untuk mengabdi ialah saat dirinya baru lulus dari pondok pesantren di umur 20 tahun. Keputusan ini ia ambil, karena merasa mendapatkan panggilan untuk menjaga dan mengurus masjid yang sudah menyaksikan ia tumbuh sejak kecil.

“Saya ingin mengabdi karena untuk mengabdi kepada agama saya dan kecintaan terhadap masjid ini. Untuk menjaga juga kebersihan masjid ini dan bagaimana merawatnya agar tetap terurus,” papar Muksin saat diwawancarai di masjid tersebut, Rabu (5/4/2023).

Ia melanjutkan, orang tuanya pada saat itu tidak menentangnya. Dikatakan Muksin, orang tuanya justru mendukung dan mendoakannya selama ia nyaman mengabi di masjid di dekat tempat ia tinggal tersebut.

Sementara itu, istri dan anaknya sempat tidak mendukung karena tuntutan ekonomi. Tetapi, ia percaya dengan mengabdi di jalan ini akan ada rezeki yang dapat mencukupi baginya dan keluarga kecilnya.

“Suka duka pasti ada. Namanya sudah berkeluarga, memang ada tuntutan ekonomi dan juga kecemburuan dari istri dan anak, kenapa waktu saya lebih banyak di masjid. Tapi, alhamdulillah mereka mendukung akhirnya sampai sekarang,” ucap Muksin.

“Saya lakukan bukan untuk mencari kekayaan atau harta. Semata-mata untuk pengabdian dan kecintaan pada agama dan masjid ini. Untuk sukanya, saya bisa duduk bersama Bapak Wali Kota di masjid ini bersama jemaah dan pejabat-pejabat lainnya,” sambungnya.

Ia berharap, dapat diberi kesehatan dan umur yang panjang untuk dapat terus mengabdi di Masjid Kalipasir, serta mendapatkan berkah dari apa yang sudah ia jalani sejak awal.

“Saya harap bisa mendapat umur panjang mengabdi di sini, diberikan kesehatan, rezeki yang halal, dan barokah. Mudah-mudahan juga, apa yang saya lakukan sejak awal di masjid ini, menjadi berkah,” harapnya.

 

Penulis : Ihya Ulumuddin
Editor : Nur Komalasari

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *