Indonesiadaily.net – Anggota Komisi VI DPR RI Intan Fauzi menilai pemerintah sudah siap menyambut para pemudik. Implementasi nya terlihat dari kesiapan Kereta Api Indonesia yang menempatkan gerbong motor gratis (motis) untuk para pemudik.
“Jadi, kereta api itu menyiapkan gerbong yang bersama, MOTIS (motor gratis) yang menempatkan motor di rangkaian yang sama dengan penumpang kereta api. Menurut saya itu satu pilihan yang sangat baik, artinya ini bicara mitigasi resiko,” papar Intan.
Selain itu, KAI juga menyiapkan makan, minum gratis secukupnya karena masih di bulan Ramadan, kemudian juga penambahan kapasitas gerbong dan sebagainya.
“Apa yang sudah disampaikan oleh masing-masing BUMN transportasi kesiapannya itu sudah ada, tapi balik lagi yang terpenting adalah implementasi pada saat nanti di lapangan. Kalau Dirut, direksi semua operasional punya paparan yang sangat baik, tapi kita berharap bahwa implementasi pada saat hari H, harus mudik maupun arus balik, kalau bicara mulai mungkin dari H-4 dan H+4. Ini yang betul-betul harus dilaksanakan,” tegas legislator dapil Depok Bekasi ini.
“Kemenhub kemudian juga tentu melibatkan Korlantas dan PUPR karena jalan tol di komisi V. Di Komisi VI juga sudah melakukan RDP dengan para BUMN antara lain Pertamina, yang terakhir ini dengan BUMN transportasi dari mulai kereta, kereta Api Indonesia, udara Garuda dan anak perusahaannya Citilink, kemudian laut, ASDP, penyeberangan dan juga Pelni kemudian ada Damri untuk jalan darat,” kata Intan Fauzi dalam diskusi dialektika Demokrasi bertajuk ‘Menilik Kesiapan Pemerintah Hadapi Mudik Lebaran 2023’, di Media Centre.
Hadir juga dalam kesempatan itu, Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron, Jubir Kemenhub Adita Irawati serta Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Ramadan.
Sementara itu, Jubir Kemenhub Adita Irawati mengakui persiapan mudik tahun ini memang harus kerja ekstra karena dari hasil survei kementerian perhubungan tadi angkanya sudah sering disebutkan, prediksi orang melakukan mudik itu mencapai 123,8 juta, dan ini naik 45% dibandingkan tahun 2022 lalu.
“75% diantaranya akan menggunakan modal angkutan jalan jadi memang akan sangat memadati jalan nantinya karena 75% dari 123 juta itu akan menggunakan angkutan jalan, roda empat pribadi, roda dua, bis mobil sewaan, itu 75% Dan kalau mau di zoom lagi, 123 juta itu 62%, itu berputar di Jawa. Jadi, memang ya kita tahu ya kebiasaan mudik memang ada pusatnya ada di Jawa, orang merantau di luar Jawa pulang semua ke Jawa. Jadi tahun ini memang semua harus kita perhatikan,” ungkap Adita.
Penulis : Aulia Syahramadhan
Editor : Nur Komalasari






