Cegah Lebih Dini, Begini Fakta dan Mitos Penyakit Jantung yang Perlu Diketahui

Penyakit jantung merupakan penyakit yang paling mematikan di dunia
Penyakit jantung merupakan penyakit yang paling mematikan di dunia

Indonesiadaily.net – Penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Kondisi orang dengan diagnosa penyakit ini diwajibkan menjalankan pola hidup sehat.

Penyebab seseorang menderita penyakit ini juga bermacam-macam. Mulai dari gaya hidup hingga faktor keturunan. Di tengah masyarakat banyak mitos dan fakta yang beredar tentang penyakit ini.

Bacaan Lainnya

Karena risiko yang menyebabkan kematian, penting untuk mengetahui mana informasi yang berupa fakta dan juga mitos untuk menghindari terserang penyakit tersebut.

Informasi yang valid dan benar akan membantu masyarakat untuk lebih berhati-hati, khususnya mencegah penyakit jantung sejak dini.

Berikut ini sejumlah fakta dan mitos tentang penyakit jantung yang dihimpun dari berbagai sumber:

Dapat menyerang segala usia

Penyakit ini tidak hanya menyerang lansia, namun segala umur. Mitos yang menyebutkan jika penyakit ini hanya menyerang lansia harus diluruskan agar sejak dini dapat terhindar dari penyakit tersebut.

Tanda penyakit jantung

Tidak hanya nyeri pada bagian dada. Faktanya tanda penyakit ini juga berbagai macam, seperti sesak napas, nyeri pada leher, lengan, dan dagu. Cek ke dokter untuk memastikan.

Dapat menyerang orang dengan postur tubuh ideal

Orang dengan berat badan ideal juga memiliki risiko mengalami sakit jantung

Cukup cegah sakit jantung dengan konsumsi makanan rendah lemak

Nyatanya perlu kombinasi pola hidup sehat untuk cegah penyakit ini, tidak sekadar asupan makan

Wanita tidak berisiko sakit jantung

Wanita berisiko sakit jantung sama besarnya dengan pria, terutama saat memasuki masa menopause

Pasti mengalami sakit jantung jika memiliki riwayat keluarga memiliki penyakit jantung

Perlu dilakukan skrining dini, karena faktor risiko penyakit ini tidak hanya dari riwayat kesehatan keluarga/genetik, tapi juga beragam antara lain usia, kebiasaan buruk (merokok dan konsumsi alkohol), gaya hidup dan pola makan tidak sehat, kurang olahraga, kadar kolesterol, dan sejenisnya.(*)

 

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *