Bukan Cuma Indonesia, Negara-Negara Ini Juga Tolak Kehadiran Israel di Ajang Olahraga

Bendera Israel.(istimewa/indonesiadaily.net)

Indonesiadaily.net – Indonesia telah menolak kehadiran Timnas Israel U-20 di Piala Dunia U-20 2023. Namun ternyata, bukan hanya Indonesia saja yang mengecam dan tolak kehadiran Israel. Terdapat sejumlah negara, yang juga pernah menolak Israel di kancah olahraga, dengan berbagai alasan. Lantas, siapa saja negara yang tolak kehadiran Israel tersebut?

1. Kuwait dan negara Arab lainnya

Bacaan Lainnya

Kuwait dan negara Arab lainnya sempat mengecam dan menolak Israel. Untuk diketahui, Federasi Sepakbola Israel sebelumnya merupakan anggota Federasi Sepakbola Asia (AFC), sejak 1954 sampai 1974.

Dalam periode tersebut, bangsa-bangsa Arab dan negara Islam lainnya di Asia tolak kehadiran Israel dan tolak berkompetisi dengan Israel. Kemudian atas inisiatif Kuwait, Israel resmi dikeluarkan dari AFC pada 1974.

Keputusan itu diambil melalui mekanisme voting. Hasilnya, mayoritas 17 anggota AFC negara Islam menolak Israel, berbanding 13 yang mendukung, dan enam lainnya absen. Setelah lama dikeluarkan AFC, Israel gabung konfederasi UEFA pada 1992. Pada 1994, Israel seutuhnya jadi bagian dari UEFA.

2. Uni Emirat Arab (UEA)

Selanjutnya yakni Uni Emirat Arab (UEA) yang menjadi tuan rumah turnamen tenis bertajuk WTA Tour di Dubai pada 2009. Sebagai tuan rumah, Uni Emirat Arab tidak mengeluarkan visa kepada atlet tenis asal Israel, Shahar Peer.

Tindakan tersebut sebagai bentuk kecaman dan penolakan Uni Emirat Arab terhadap atlet Israel. Namun, hal itu membuat petenis lainnya marah seperti Serena Williams hingga Andy Roddick yang mundur dari turnamen tersebut.

3. Rusia

Berikutnya ada Rusia yang juga memboikot Israel pada Olimpiade Catur 1976 yang dihelat di Haifa, Israel. Kala itu, Uni Soviet dan sejumlah negara Arab tidak menganggap eksistensi Israel.

Sehingga, Uni Soviet memilih untuk memboikot Israel dengan tidak mengirimkan kontingennya ke Israel.

Setelah itu, negara-negara persekutan Uni Soviet dan sejumlah negara Arab memilih untuk menggelar turnamen tandingan di Tripoli, Lebanon. Pesertanya cukup banyak, mulai dari El Salvador, Italia, Portugal, hingga Uruguay.

4. Bahrain

Bahrain juga merupakan negara yang tolak kehadiran Israel. Namun akibat dari sikap Bahrain itu, status kewarganegaraan Mushir Salem Jawher, atlet pelari kelahiran Kenya berpaspor Bahrain pada 2007 hilang.

Penyebabnya, Salem Jawher nekat menjalani turnamen Tiberias Marathon 2007 di Israel. Untungnya, ia mampu mendapatkan kembali kewarganegaraan Bahrain pada tahun yang sama dan bahkan ikut tampil lagi pada Tiberias Marathon pada 2008, 2009, dan 2010.

5. Swedia

Swedia merupakan salah satu negara Eropa yang juga pernah menolak dan mengecam Israel di dunia olahraga. Tepatnya pada turnamen tenis bertajuk Piala Davis 2009. Kala itu, muncul aksi penolakan terhadap Israel hingga terjadi kerusuhan yang terkenal dengan istilah Anti-Israel Riots.

Pemerintah kota Malmo, Ibu Kota Swedia, juga sudah menolak tim Israel untuk tampil pada Piala Davis 2009. Akan tetapi, pemangku kebijakan tenis tidak ingin hal itu terjadi karena bisa membuat Swedia gugur.

Alhasil, Piala Davis 2009 tetap digelar di Malmo, Swedia, dengan pengamanan ekstra dan tanpa penonton. Namun, Swedia yang kalah 2-3 dari Israel pada laga itu dikenai pembekuan selama lima tahun serta sejumlah denda besar.(*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *