Soal Fakta dan Gejala Virus Marburg, Kemenkes Bilang Ini

Indonesiadaily.net – Virus Marburg di Guinea Ekuatorial dengan risiko kematian sangat tinggi menjadi perhatian pemerintah selanjutnya setelah Covid-19.

Pemerintah setempat telah memberikan status Kejadian Luar Biasa terhadap penyakit ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun, virus ini menyebabkan muntah darah dan diare.

Bacaan Lainnya

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melakukan penilaian resiko atau rapid risk assessment, dan hasilnya kemungkinan importasi kasus virus Marburg di Indonesia adalah rendah.

Melansi Suara.com, Jubir Kemenkes dr. Mohammad Syahril mengingatkan sederet jajaran pemerintah masyarakat jangan lengah terhadap keberadaan virus ini.

“Kita perlu tetap melakukan kewaspadaan dini dan antisipasi terhadap penyakit virus Marburg,” ujar dr. Syahril melalui keterangannya.

Kini sudah dikeluarkan Surat Edaran terkait kewaspadaan terhadap penyakit virus ini. Pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, SDM kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait untuk waspada terhadap virus ini.

Berikut ini data dan gejala virus ini yang harus diwaspadai:

1. Asal Usul

Filovirus atau virus Marburg adalah salah satu virus paling mematikan dengan fatalitas mencapai 88 persen. Penyakit ini merupakan penyakit demam berdarah yang jarang terjadi.

Virus ini satu family dengan virus ebola. Penularan kepada manusia terjadi melalui kontak langsung dengan orang ataupun hewan yang terinfeksi, atau melalui benda yang terkontaminasi oleh virus ini.

2. Cara Penularan

Virus ini menular lewat cairan tubuh langsung dari kelelawar atau primate. Kelelawar pembawa alami virus Marburg adalah Rousettus aegyptiacus, hewan ini bukan spesies asli Indonesia dan belum ditemukan Tanah Air, namun Indonesia masuk jalur mobilisasi kelelawar ini.

3. Gejala

Gejala tertular virus ini mirip dengan penyakit lain seperti malaria, tifus, dan demam berdarah yang banyak ditemukan di Indonesia. Hal ini, menurut dr. Syahril, yang menyebabkan penyakit virus Marburg susah diidentifikasi.

“Gejala tersebut berupa demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mual muntah, diare, dan perdarahan. Penyakit ini juga dapat menyebabkan perdarahan pada hidung, gusi, vagina atau melalui muntah dan feses yang muncul pada hari ke-5 sampai hari ke-7,” jelas dr. Syahril.

4. Ketersediaan vaksin

Belum ada vaksin yang tersedia di dunia, vaksin masih dalam pengembangan. Saat ini ada 2 vaksin yang memasuki uji klinis fase 1 yakni vaksin strain Sabin dan vaksin Janssen.

“Belum ada obat khusus, pengobatan bersifat simtomatik dan suportif, yaitu mengobati komplikasi dan menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit,” papar dr. Syahril.

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *