Indonesiadaily.net – Korban terus berjatuhan akibat kebakaran yang melanda Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara pada Jumat malam (3/3/2023). Hingga kini dilaporkan sedikitnya 13 orang tewas akibat kejadian ini.
Selain korban meninggal, dilaporkan 49 orang lainnya mengalami luka-luka akibat kejadian ini.
Tidak hanya korban luka, ada juga korban yang hingga kini belum ditemukan. Jumlah korban yang ditemukan berjumlah 8 orang.
“Peristiwa kebakaran ini mengakibatkan terbakarnya pemukiman warga di Jalan Tanah Merah Bawah, RT 12 RW 09, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja,” papar Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara Rizal dilansir dari Suara.com.
Dia mengatakan, kejadian kebakaran berlangsung pada pukul 20.16 WIB pada Jumat malam (3/3/2023). Kobaran api membumbung tinggi dan membuat langit di sekitar lokasi kejadian menjadi gelap karena tertutup asap hitam.
Warga yang merupakan korban berlarian dan mereka tersebar di sejumlah posko, di antaranya RPTRA Rasela sebanyak 256 jiwa, Kantor Dinas Tenaga Kerja sebanyak 74 jiwa, Kantor Kelurahan Rawa Badak Selatan sebanyak 65 jiwa, hingga beberapa masjid di sekitar lokasi kejadian.
Korban meninggal dunia berada di Rumah Sakit Polri, sedangkan korban luka bakar ada di sejumlah rumah sakit, di antaranya Rumah Sakit Pelabuhan, RSUD Tugu Koja, Rumah Sakit Mulyasari, dan Rumah Sakit Koja.
Dari pantauan di lokasi, hingga Sabtu dini hari, suasana pemukiman terpantau mulai kondusif. Pukul 03.30 WIB, para petugas pemadam kebakaran meninggalkan lokasi yang menandakan upaya pemadaman api telah selesai.
Meski demikian, Isnawa belum merilis penyebab pasti dari kebakaran yang bersumber dari pipa bensin Pertamina ini.
“(Penyebab) dalam pendataan,” kata Isnawa dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/3/2023).
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh agar insiden kebakaran fasilitas bahan bakar minyak milik perseroan tidak lagi terulang di masa depan.(*)
Editor: Nur Komalasari






