Indonesiadaily.net – Warga suatu daerah atau suku yang tinggal dalam suatu komplek perumahan hendaknya dapat saling guyub membantu dan gotong-royong. Hal itu menjadi pesan yang disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tangerang Selatan dari Fraksi PDI Perjuangan Ledy M.P. Butar-Butar saat menghadiri acara “Guyub Bersama Cluster Fedora, Tangerang Selatan, Minggu (12/03/2023).
“Siapa lagi yang bisa membangun daerah kalau bukan sesama warga. Saya ini juga dari perantauan, juga panjenengan-panjenengan sama-sama merantau dari daerah. Bagaimana caranya kita membangun daerah, yaitu dengan saling respek, saling tepo seliro, tidak ada masalah yang tidak bisa terselesaikan. Kita bisa menyelesaikan dengan secangkir kopi, secangkir teh. Artinya apa? Kita bangun rasa kekeluargaan yang luar biasa,” kata dia.
Ledy hadir didampingi Pelaksana Tugas (PLT) Camat Serpong Utara Heru Sudarmanto dan Lurah Paku Jaya Astari dan tokoh masyarakat. Ledy ikut menyaksikan acara bertajuk “Guyub Bersama Cluster Fedora” yang berisikan bazar (usaha mikro kecil menengah) UMKM, Bank Sampah, Cek Kesehatan, Senam Bersama dan Launching Kids Sport di Cluster Fedora, Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara.
PLT Camat Serpong Utara Heru Sudarmanto mengapresiasi terlaksananya acara “Guyub Bersama Cluster Fedora” dengan program bazar UMK, Bank Sampah dan program lainnya. Ini merupakan cermin kehidupan bermasyarakat yang baik.
“Saya memberi apresiasi kepada seluruh warga yang ada di sini. Tepuk tangan untuk kita semua,” seru Heru disambut tepuk tangan warga.
Heru menekankan kehidupan bermasyarakat, baik itu di komplek perumahan maupun di luar komplek itu sama. Keberadaan rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) merupakan kepanjangantangan dari Pemerintah Daerah (Pemda).
*Bank Sampah Ferari*
Di lingkup RW 015 juga memiliki Bank Sampah Ferari yang dikelola oleh Ibu-Ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) Cluster Fedora. Antusias warga luar biasa menyalurkan sampah ke Bank Sampah ini.
Pemilahan sampah rumah tangga dilakukan agar bisa dimonetisasi (diuangkan) ke warga dan uangnya di tabung langsung oleh Pengurus Bank Sampah yang juga anggota PKK.
“Bank Sampah ini sebaiknya dibuat edaran lagi kepada seluruh warga agar mau berpartisipasi di program ini. Daripada numpuk di rumah sampah yang bisa dijadikan uang,” pinta Camat Heru kepada warga.
Penulis : Gibran
Editor : Nur Komalasari






