Majukan Kebudayaan, Anggota DPRD Depok Ini Apresiasi Keberadaan LKD

Anggota DPRD komisi D Kota Depok, Babai suhaimi. (Irwan Supriyadi/indonesiadaily.net)

Indonesiadaily.net – Lembaga Kebudayaan Depok (LKD) mendapat apresiasi dari Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Babai Suhaimi.  Babai menerangkan dalam rapat kerja LKD mereka merumuskan, memajukan, melestarikan dan memanfaatkan tentang kebudayaan yang ada di Kota Depok.

Babai mengungkapkan jika berbicara mengenai budaya, harus diakui di Depok kurang tersyiar dan dikenal dari sisi budaya.

Bacaan Lainnya

Dari sisi potensi sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA) dan sejarah cukup banyak dan luar biasa di Depok.

“Semua budaya, tidak hanya budaya Betawi, pelaku budaya di Depok sungguh sangat banyak dan besar, hanya saja belum disinergikan oleh Pemda sehingga tidak nampak di masyarakat luar sana,” kata Babai, Senin (13/03/2023).

Dia berharap dengan adanya LKD ini, karena dirinya melihat langsung bagaimana merumuskan pendataan dan pelestarian cagar budaya.

“Berbicara cagar budaya di Depok, banyak situs-situs budaya, situs-situs bersejarah yang merupakan kekayaan budaya di masyarakat kita,” papar Babai.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan hal ini terbukti dengan beberapa tempat-tempat yang dikramatkan, makam-makam kramat yang menurut masyarakat memiliki nilai lain.

“Itu bisa didorong menjadi destinasi wisata religi dan seterusnya, dengan tetap menjaga agar tidak keluar dari norma dan ajaran agama Islam itu sendiri,” ujar Babai.

Kemudian, Babai melanjutkan, dari sisi budaya yang saat ini bisa dibilang secara umum di Indonesia banyak berkembang, misalnya dari seni tari, ternyata di Depok banyak terdapat sanggar.

“Bahkan Depok sendiri punya tarian yang memang hasil budi daya dan hasil karya masyarakat Depok, yakni Tari Topeng Cisalak. Nah ini kan tidak keluar,” katanya.

Selanjutnya dari sisi permainan tradisional yang merupakan budaya masyarakat Indonesia, di Depok pun potensinya luar biasa jika memang dikembangkan, dibina dan dimanfaatkan dengan baik.

“Itu akan menjadi sebuah potensi dan bisa memberikan nilai lebih kepada masyarakat, seperti masyarakat bisa terhibur, senang dengan permainan itu, bahkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi ketika memang hal itu disinergikan oleh sebuah kegiatan yang berskala besar, seperti desa wisata,” bebernya.

Kata Babai, yang tidak kalah penting, diharapkan LKD mampu menciptakan sebuah tempat atau daerah untuk menjadi destinasi wisata.

“Itu menjadi given, menjadi tetap, misalkan ketika kita ke Cilodong, ada apa di Cilodong, di situ orang akan teringat tentang tampilan budaya,”

“Apakah itu kearifan lokal atau apapun, seperti yang mau direncanakan LKD ini mau buat festival Depok Kota Tua, ketika itu mampu diwujudkan, maka kegiatan itu akan menjadi ajang tampilnya berbagai macam kebudayaan, seni dan budaya,” terang Babai.

Hal tersebut, Babai menambahkan, akan memancing komponen masyarakat lain untuk datang menyaksikan, pertumbuhan ekonomi pun akan muncul dengan banyaknya masyarakat yang berkumpul.

“Mereka butuh minum dan makan, jelas festival tersebut akan mendongkrak terjadinya pertumbuhan ekonomi,” kata Babai.

Sebagai legislator dirinya  sangat bersyukur bahwa LKD mau berbuat untuk kemajuan Kota Depok tanpa berfikir pemerintah mau membantu, peduli atau pun tidak.

“Tapi mereka siap memajukan kebudayaan di Depok secara mandiri, berdiri tegak untuk mendorong kemajuan kebudayaan di Depok,” ucapnya.

Disinggung terkait intervensi APBD kota Depok, Babai menegaskan bahwa anggaran tersebut bersumber dari dan untuk masyarakat.

“Ketika memang program itu baik untuk masyarakat, buat kemajuan Kota Depok, maka tidak alasan bagi pemerintah untuk tidak mengalokasikan,” tambahnya.

“Saya sebagai Anggota DPRD nanti akan meminta pemerintah untuk hadir mengintervensi dari sisi anggaran, sehingga komponen masyarakat yang melakukan pemajuan kebudayaan dibantu,” pungkasnya.

Penulis : Irwan Supriyadi
Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *