Indonesiadaily.net– Nilai sebagai langkah tepat guna memajukan dan mengembangkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Founder Komunitas Keluarga Kreatif Kota Depok Primanti Daniarsih mendukung program 1.000 warung atau minimarket oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan.
Primanti menuturkan bahwa program tersebut dapat membantu para UMKM yang memiliki produk bisa memanfaatkan dengan menitipkan pada warung tersebut atau minimarket modern.
“Program (1.000 warung) itu bagus, bentuk membantu para pelaku UMKM di daerah,” ungkap Primanti Daniarsih saat acara sosialisasi Sosialisasi Skema penilaian kesesuaian oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang dihadiri Anggota DPR RI Intan Fauzi, Anggota DPRD Jawa Barat H.M Hasbullah Rahmad, Senin (13/03/2023).
Primanti mengatakan, Komunitas Keluarga Kreatif juga peduli dengan para UMKM khususnya di Kota Depok, hal ini dibuktikan dengan melakukan kegiatan pelatihan, salah satunya Workshop foto produk pakai handphone di salah satu kafe di Kecamatan Pancoran Mas, Rabu (22/2/2023).
“Kami gelar pelatihan Workshop foto produk pakai handphone. Ini bentuk kepedulian komunitas terhadap kemajuan dan perkembangan UMKM di Depok,” ucap Primanti.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memperkenalkan program 1.000 warung kepada Satuan Pelajar-Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Jawa Barat.
Proses perkenalan program 1.000 warung ini dilakukan Zulkifli Hasan ketika menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah SAPMA Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Barat di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (12/3/2023).
“Lapangan kerja saat ini tidak terbuka untuk semua orang. Oleh karena itu mengembangkan kewirausahaan sangat penting. Kita buat program 1.000 warung,” kata Zulkifli Hasan.
Zulhas menjelaskan program 1.000 warung direncakan sebelum akhir tahun 2023 akan dikelola oleh para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Lebih lanjut, Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa warung tersebut akan dikelola dengan bekerja sama dengan ritel modern untuk menyuplai produk-produk yang didagangkan.
“Para UMKM yang memiliki produk lokal pun bisa menitipkannya pada warung program Kementerian Perdagangan,” ucap Zulhas. (*)






