Indonesiadaily.net – Anggota DPRD Kota Depok, Jawa Barat Juanah Sarmili menyebut usulan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Depok masih tinggi di Kota Depok.
Dirinya menerangkan, masih banyak warga Depok yang penghasilannya hanya cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga untuk memperbaiki rumahnya mereka tidak ada alokasi anggaran.
“Usulan perbaikan RTLH memang masih sangat tinggi, ini tidak hanya di perkampungan, di perumahan juga ada, khususnya di lingkungan Perumnas,” kata Juanah Sarmili, Kamis (16/03/2023).
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Depok ini mengungkapkan, di daerah pemilihan (Dapil) IV Depok atau Kecamatan Sukmajaya, pada 2022 dari aspirasinya ada 28 unit RTLH yang diperbaiki.
Kemudian pada 2023, yang sudah didata dan akan mendapatkan bantuan ada 93 unit RTLH.
“Sedangkan di 2024 hampir 100 usulan lebih, data riilnya masih direkap,” ujar Juanah Sarmili.
Sementara, di 2022 Pemkot Depok mendapatkan usulan perbaikan RTLH dari Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan Aspirasi Anggota DPRD ada 758 unit. Setelah dilakukan verifikasi administrasi, teknis dan kelayakan bantuan, ada 674 unit RTLH yang mendapat bantuan perbaikan.
Adapun bantuan perbaikan dari APBD Pemkot Depok senilai Rp23 juta per unit, di mana Rp20 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp3 juta untuk jasa tukang.
Penulis : Irwan Supriyadi
Editor : Nur Komalasari






