Indonesiadaily.net – Tepat di umurnya yang baru setahun, Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia atau IJTI-Pokja Korda Kota Depok menggelar family gathering yang diselengggarakan di Hotel Jayakarta, Anyer, Banten pada Sabtu (04/03/2023).
Peringatan hari jadi IJTI-Pokja Korda Kota Depok yang pertama ini mengambil tema menjalin keakraban dan sinergi dalam membangun Kota Depok. Dalam kegiatan ini juga ditujukan untuk menjalin silahturahmi antar keluarga anggota IJTI-Pokja Wartawan Depok dengan narasumber.
Ketua IJTI Korda Kota Depok yang akrab disapa Iyung Rizki menjelaskan, dalam HUT pertama IJTI Korda Kota Depok, pihaknya menggelar sejumlah agenda untuk program jangka pendek dan jangka panjang. Program tersebut secara umum ditujukan sebagai langkah bersinergi untuk pembangunan dan keamanan di Kota Depok.
“Informasi media sosial sulit dibendung, tugas kami sebagai jurnalis untuk memverifikasinya agar informasi menjadi valid,” katanya yang merupakan kontributor iNews ini.
Sejauh ini kata dia, sinergi yang terjalin dengan banyak narasumber telah dilakukan secara optimal. Baik itu, pemerintah kota, kepolisian serta pihak lainnya yang mendukung kerja-kerja profesional pewarta, khususnya IJTI Korda Kota Depok.
Sementara itu, Kapolres Metro Depok Kombespol Ahmad Fuady yang menghadiri kegiatan HUT IJTI Korda Kota Depok menyampaikan, sinergitas dengan insan pers harus dijaga agar pembangunan dapat dilakukan secara maksimal. “Wartawan itu dengan polisi sama, waktunya dengan keluarga sangat sedikit, saya berharap keharmonisan ini dijaga,” sebut Fuady.
Sebagai informasi, sebelumnya, sejak 2002 atau sudah 20 tahun para wartawan harian dari media nasional mainstream yang wilatah liputannya di Kota Depok tergabung dalam Pokja Wartawan Depok. Kemudian pada 16 Ferbruari 2022, seluruh anggotanya sepakat melebur dalam organisasi resmi kewartawanan yang diakui oleh dewan pers yakni Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) korda Kota Depok dan kini lebih dikenal dengan IJTI-Pokja Wartawan Depok dengan 25 orang anggota yang berada di dalamnya.(*)
Editor: Nur Komalasari






