Indonesiadaily.net – Daging merupakan bahan makanan sumber protein, zat besi, vitamin B12, dan nutrisi penting lainnya yang sangat baik untuk kesehatan tubuh.
Namun, daging, termasuk unggas dan ikan, seringkali membawa patogen berbahaya, baik bakteri maupun virus. Untuk membersihkannya, terkadang kita mencucinya dengan air. Lalu benarkah daging tidak perlu dicuci dengan air biasa? Berikut faktanya.
Daging merah, unggas, dan ikan dapat terkontaminasi oleh bakteri dan virus berbahaya yang menyebabkan keracunan makanan.
Patogen bawaan makanan yang umum adalah bakteri Salmonella, Listeria, Campylobacter, dan E. coli, ditambah virus norovirus dan hepatitis A.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperingatkan bahwa mencuci daging dengan air biasa tidak menghilangkan patogen bawaan makanan.
Faktanya, dilansir dari Healthline, mencuci daging menggunakan air biasa yang mengalir justru dapat menimbulkan risiko keamanan dan kesehatan makanan dengan menyebarkan bakteri ke permukaan lain dan makanan yang akan dimakan mentah, seperti buah atau sayur.
Namun, satu penelitian menemukan bahwa mendidihkan daging sapi muda pada suhu 60°C selama 4 menit atau menyemprotnya dengan air bersuhu 82°C diikuti dengan semprotan asam laktat, mengurangi pertumbuhan bakteri pada permukaan daging.
Studi tambahan menunjukkan, mencuci permukaan daging dengan larutan asam, seperti cuka atau jus lemon, mengurangi jumlah bakteri pada daging mentah, dibandingkan dengan mencuci dengan air biasa.
Mengutip Food Safety and Inspection Service (FSIS), memasak dengan suhu yang tepat (baik menggoreng, memanggang, merebus, atau membakar) dapat membunuh kuman pada daging, jadi mencucinya tidak diperlukan demi mencegah kontaminasi silang.
U.S. Department of Agriculture (USDA) menyarankan tiga cara mudah untuk membantu mencegah kontaminasi saat menyiapkan daging atau unggas di rumah, yakni kurangi risiko secara signifikan dengan menyiapkan makanan yang tidak akan dimasak, seperti sayuran dan salad, sebelum menyiapkan daging mentah.
Bersihkan secara menyeluruh, lalu bersihkan permukaan apa pun yang berpotensi tersentuh atau terkontaminasi oleh daging mentah atau cairannya, termasuk bak cuci bagian dalam.
Hilangkan bakteri penyebab penyakit dengan memasak daging pada suhu yang aman yang diukur dengan termometer makanan.(*)
Editor : Nur Komalasari






