Catat! Inilah Keistimewaan Malam Nisfu Syakban

Ilustrasi malam Nisfu Syakban.(istimewa)

 

Indonesiadaily.net – Nisfu Syakban jatuh mulai Selasa (7/3/2023) malam hingga Rabu (8/3/2023). Hal ini berdasarkan pengamatan hilal yang dilakukan oleh Balai Rukyat Nahdlatul Ulama (NU) pada 20 Februari 2023 untuk menentukan awal Syakban.

Bacaan Lainnya

Diketahui, hasil pengamatan hilal menunjukkan bahwa 1 Syakban jatuh pada 22 Februari 2023. Sebagai informasi, pergantian hari pada kalender Hijriah dimulai setelah Matahari terbenam atau waktu maghrib.

Kata “nisfu” berasal dari bahasa Arab yang berarti “setengah”. Dengan demikian, Nisfu Syakban dapat diartikan setengah atau pertengahan dari bulan Syakban.

Dikutip dari laman Dewan Fatwa Mesir, malam Nisfu Syakban memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah malam pengampunan dosa. Allah SWT memberikan ampunan lebih banyak dari bulu domba Bani Kalb.

Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah RA: Aisyah berkata: “Saya kehilangan Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau berada di Baqi’ sambil mengangkat kepala ke langit”.

Rasulullah SAW bersabda: “Apakah engkau takut engkau dizalimi oleh Allah dan Rasul-Nya?” Saya (Aisyah) menjawab: “Ya Rasulullah, saya menyangka engkau mendatangi sebagian istri engkau”.

Rasul bersabda: “Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi turun pada malam Nisfu Syakban ke langit dunia, maka Allah mengampunkannya lebih banyak dari bulu domba Bani Kalb.

Sejumlah amalan bisa dilakukan mulai malam Nisfu Syakban hingga siang hari. Masih dari sumber yang sama, malamnya bisa diisi dengan membaca surat Yasin sebanyak tiga kali setelah shalat Magrib secara berjemaah.

Umat Islam juga bisa menghidupkan malam Nisfu Syakban dengan membaca bacaan zikir lain dan shalat malam. Perlu diketahui, para ulama juga tidak membatasi bacaan zikir tertentu yang bisa dibaca ketika malam hari. Ketika siang hari, umat Islam disunnahkan untuk menjalankan ibadah puasa Nisfu Syakban.

Hal ini sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib: Rasulullah SAW bersabda: “Ketika malam Nisfu Syakban tiba, maka beribadahlah di malam harinya dan puasalah di siang harinya. Sebab, sungguh (rahmat) Allah turun ke langit dunia saat tenggelamnya matahari. Kemudian Ia berfirman: “Ingatlah orang yang memohon ampunan kepada-Ku maka Aku ampuni, ingatlah orang yang meminta rezeki kepada–Ku maka Aku beri rezeki, ingatlah orang yang meminta kesehatan kepada–Ku maka Aku beri kesehatan, ingatlah begini, ingatlah begini, sehingga fajar tiba.

Atas dasar itu, Syeikh Taqiyuddin as-Subki dalam tafsirnya menyebutkan bahwa menghidupkan malam Nisfu Syakban dapat menghapus dosa sepanjang satu tahun.(*)

 

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *