Indonesiadaily.net – Kompetensi keahlian Tata Boga di SMKN 2 Depok sedang menyelenggarakan Uji Kompetensi (Ujikom) melalui LSP P1 SMKN 2 Depok. Skema yang digunakan dalam kegiatan ujikom tersebut adalah Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 2.
Kepala Program Kompetensi Keahlian Tata Boga di SMKN 2 Depok, Lely Mandalika mengatakan, ujikom ini diperuntukan bagi siswa kelas XII. Ada lima klaster yang harus dilakukan siswa dalam ujikom tersebut.
“Lima klaster itu menjadi tugas pertiap individu siswa. Mereka harus melakukan atau mempraktikan apa yang ada di lima klaster tersebut,” jelasnya.
Lely menjelaskan, pertama adalah membuat makanan kontinental, yakni western food. Dimana, dalam klaster ini, siswa membuat satu set makanan, yakni mulai dari makanan pembuka sampai penutup. Lalu klaster yang kedua adalah makanan Indonesia. Di klaster ini, siswa diberikan kebebasan untuk membuat makanan dari daerah mana saja di Indonesia, karena yang menjadi penilaiannya adalah teknik dan ketepatan bumbu yang digunakan. Klaster ketiga adalah membuat produk pastry, seperti puding dan kue-kue kecil.
“Lalu keempat membuat produk bakery, dan yang kelima adalah pelayanan makan dan minum, yakni table set up, lalu membuat moktal yakni minuman non alkohol,” jelasnya.
Lely mengatakan, nantinya siswa yang lolos dalam ujikom tersebut, akan mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dimana sertifikat tersebut, bisa menjadi bekal mereka untuk terjun ke dunia industri atau dunia kerja.
Sertifikat tersebut, membuktikan kalau siswa sudah memiliki kemampuan yang layak. Sehingga, dunia industri akan mendapatkan SDM yang berkualitas.
“Sertifikat ujikom berlaku untuk tiga tahun, setelah itu perlu diperbaharui. Namun, biasanya saat diperbaharui itu, sertifikat ujikomnya sudah spesialis di bidang tertentu,” jelasnya. (*)
Editor : Pebri Mulya






