Indonesiadaily.net – Sejumlah tanda penyakit stroke bisa kamu rasakan, salah satunya keluhan sakit kepala. Namun, rasa sakit kepala ini memiliki perbedaan dari sakit kepala biasa.
Kamu yang merasakan keluhan bisa langsung memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Melansir Suara.com, sejumlah tanda-tanda sakit kepala ini harus diwaspadai kamu yang merasakannya.
Dokter spesialis saraf dr. Zicky Yombana, Sp.S., menjelaskan bahwa ada tanda-tanda tertentu sakit kepala yang perlu diwaspadai.
“Sakit kepalanya yang bertambah berat, yang tadinya pakai obat warung 1 buah mempan, kemudian tidak lagi. Lalu sakit kepalanya sering, tidak hilang dan intensitasnya bertambah. Frekuensinya sering dan makin tidak mempan dengan obat,” ungkap dia.
Dokter Zicky menyarankan, bila sudah mengulang konsumsi obat sebanyak 2-3 kali tapi gejala tidak kunjung reda, sebaiknya periksakan diri ke dokter.
“Bukannya malah beli satu obat tidak mempan kemudian diganti (merek obat), tidak. Dulu pakai ini mempan sekarang tidak, itu berarti ada sesuatu. Makanya pada kemasan obat ditulis bila sakit berlanjut hubungi dokter,” paparnya.
Selain itu, sakit kepala yang mengarah pada stroke, umumnya menyebab nyeri lebih hebat. Bahkan bisa sampai kehilangan kesadaran akibat pecah pembuluh darah.
Secara medis, jelasnya, sakit kepala terbagi menjadi dua. Yakni, primer dan sekunder. Sakit kepala primer berarti tidak terlalu bahaya, seperti migrain, sakit kepala tegang, atau cluster.
Sedanglan sakit kepala sekunder lebih berbahaya, seperti tumor otak, perdarahan otak, atau meningitis.
“Stroke perdarahan yang muncul tiba-tiba mendadak pasti sakit kepala yang luar biasa hebat. Sakit kepala yang kronik progresif yang makin lama makin hebat, diperburuk dengan bersin, ngeden pagi-pagi berat, ini mengarah ke tumor. Sakit kepala luar biasa hebat sampai jambak kepala, jedotin kepala diikuti demam, kemungkinan meningitis,” papar dia.(*)
Editor: Nur Komalasari






