Indonesiadaily.net – Persija (Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) adalah klub sepak bola yang berasal dari Jakarta, Indonesia. Berikut adalah profil dan sejarah lengkap Persija:
Profil:
- Nama resmi: Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta
- Didirikan: 28 November 1928
- Markas: Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta
- Julukan: Macan Kemayoran
- Prestasi terbaik: 11 kali juara Liga Indonesia, 1 kali juara Piala Indonesia, 2 kali juara Liga Super Indonesia.
Cerita Sejarah:
Persija didirikan pada 28 November 1928 dengan nama Voetbalbond Indonesische Jakarta (VIJ). Klub ini didirikan oleh beberapa orang Belanda, meskipun pada saat itu beberapa pemain Indonesia juga sudah bergabung. VIJ kemudian berganti nama menjadi Persija pada tahun 1930.
Pada awalnya, Persija adalah klub yang dominan di Jakarta dan berhasil mengumpulkan banyak prestasi, meskipun masih bersaing ketat dengan klub-klub lain seperti Tiong Hoa Soerabaja, HBS, dan Vereenigde Indische Bandoeng. Pada era 1950-an hingga 1970-an, Persija menjadi salah satu klub sepak bola terkuat di Indonesia dengan banyak mengumpulkan prestasi.
Pada era 1980-an hingga 1990-an, Persija mengalami masa-masa sulit dan seringkali berjuang untuk bertahan di divisi tertinggi sepak bola Indonesia. Namun, Persija berhasil bangkit pada awal 2000-an dan menjadi salah satu klub paling sukses di Indonesia pada dekade tersebut. Pada tahun 2001, Persija berhasil memenangkan Liga Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Pada tahun 2018, Persija kembali menjuarai Liga Indonesia setelah mengalahkan Mitra Kukar pada partai final. Selain sukses di level domestik, Persija juga memiliki catatan prestasi yang cukup baik di level internasional dengan meraih juara ke-3 pada ajang Piala ASEAN pada tahun 2000 dan 2002.
Namun, di balik prestasi yang diraih Persija, klub ini juga seringkali terlibat dalam insiden-insiden yang memprihatinkan. Salah satu insiden paling tragis terjadi pada tahun 2016, pertemuan Persija dan Persib yang digelar di Stadion Manahan, Solo kembali memakan korban jiwa. Adalah Harun Al Rasyid Lestaluhu, Jakmania yang tewas dikeroyok di daerah Cirebon.
Lalu di tahun 2017, pertemuan dua tim ‘Kota Tetangga’ kembali bentrok di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Ricko Andrean Maulana tewas usai menjadi korban salah sasaran yang ikut dikeroyok oknum Bobotoh.
Terakhir, yakni Haringga Sirla yang menjadi korban pada perseteruan antara Jakmania dan Bobotoh. Haringga tewas di sekitar GBLA pada pertemuan Persib dengan Persija di musim kompetis Liga 1 pada 23 September 2018.
Demikianlah profil dan cerita sejarah lengkap Persija. Meskipun klub ini pernah mengalami masa-masa sulit dan sering terlibat dalam insiden-insiden yang memprihatinkan, Persija tetap menjadi salah satu klub sepak bola terbesar di Indonesia dan diakui oleh banyak penggemar sepak bola Indonesia. (*)
Editor : Pebri Mulya






