Indonesiadaily.net – Kesetaraan gender tampaknya kini mulai terjadi di setiap bidang profesi termasuk pula di dunia astronomi. Untuk pertama kalinya Arab Saudi berencana akan mengirim astronot wanita pertama ke luar angkasa.
Dikutip dari kompas.com, langkah yang diambil Arab Saudi untuk mengubah citra konservatifnya semenjak Muhammad bin Salman (MBS) menjadi pemimpin de facto.
Astronot wanita yang rencananya dikirim ke luar angkasa adalah Rayyana Barnawi. Nantinya disana, ia akan bergabung dengan sesama astronot asal Arab Saudi, Ali Al Qarni, selama sepuluh hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Dua astronot Arab Saudi tersebut bakal diberangkatkan menuju ISS menggunakan pesawat ruang angkasa SpaceX Dragon.
Sesampainya di luar angkasa, Barnawi dan Al-Qarni akan bergabung dengan misi luar angkasa yang dijalankan kru AX-2. Kru tersebut berisi mantan astronot NAS, Peggy Whitson, yang mencatatkan perjalanan keempat ke luar angkasa. Ia juga didampingi seorang pengusaha dari Tennessee, AS yang bertanggung jawab sebagai pilot, yaitu John Snoffner.
Adapun kru AX-2 akan diberangkatkan ke luar angkasa dengan roket SpaceX Falcon 9 dari Launch Complex 39A, Kennedy Space Center NASA, Florida.
Dilansir dari NDTV, Barnawi dan Al-Qarni rencananya meluncur ke luar angkasa pada kuartal kedua tahun 2023.
Kepastian tersebut diumumkan oleh kantor berita resmi Arab Saudi, Saudi Press Agency (SPA).
“Para astronot akan bergabung dengan awak misi luar angkasa AX-2 dan penerbangan luar angkasa akan diluncurkan dari AS,” kata SPA.
Perlu diketahui, rencana keberangkatan Barnawi dan Al-Qarni ke luar angkasa dilakukan Arab Saudi untuk menyaingi Uni Emirat Arab (UEA). Sebelumnya UEA telah mengirim salah satu warganya ke luar angkasa pada tahun 2019.
Astronot UEA yang pertama kali diberangkatkan ke luar angkasa adalah Hazzaa al-Mansoori. Ia berada di ISS selama delapan hari, namun rekornya bakal dipecahkan oleh astronot UEA lainnya, yaitu Sultan al-Neyadi.
Neyadi akan meluncur ke luar angkasa pada akhir bulan ini dan menghabiskan waktu selama enam bulan di sana. Rencananya, Neyadi berangkat ke luar angkasa menggunakan roket SpaceX Falcon 9.
Arab Saudi yang akan mengirim astronot wanita untuk melakukan perjalanan luar angkasa tak bisa dilepaskan dari pengaruh Putra Mahkota Mohammad bin Salman. Sebagai pemimpin de facto, ia berusaha menghapus citra ultra-konservatif di negaranya dan melakukan beberapa perubahan.
MBS yang memegang tampuk kekuasaan sejak tahun 2017 telah mengizinkan wanita untuk mengemudikan mobil dan pergi ke luar negeri tanpa wali laki-laki. Persentase wanita di lapangan kerja juga meningkat dua kali lipat menjadi 37 persen sepanjang tahun 2016-2017.
Namun, sebenarnya usaha Arab Saudi mengirim astronot ke luar angkasa bukan yang pertama kali terjadi. Sultan bin Salman bin Abdulaziz yang berstatus sebagai keturunan Kerajaan Arab Saudi telah diberangkatkan ke luar angkasa pada tahun 1985.
Keberangkatan Sultan bin Salman bin Abdulaziz memecahkan rekor sebagai Muslim pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa. (*)
Editor : Nur Komalasari






