Indonesiadaily.net – Tato adalah praktik seni tubuh yang telah ada sejak zaman kuno, dan praktik ini dilakukan oleh berbagai budaya di seluruh dunia. Berikut adalah sejarah dan makna tato dari berbagai belahan dunia:
Asia
Tato telah menjadi bagian dari budaya Asia sejak ribuan tahun yang lalu, dan menjadi bagian dari kebudayaan Jepang, Cina, dan India. Di Jepang, tato dikenal sebagai irezumi, dan telah digunakan sejak zaman kuno untuk mengidentifikasi anggota masyarakat yang terhormat dan menunjukkan status sosial. Di Cina, tato digunakan sebagai tanda pengenal dalam militer, dan juga digunakan untuk tujuan keagamaan dan medis. Di India, makna tato digunakan untuk tujuan agama dan kultural, seperti untuk menandai keberadaan orang suci atau untuk menunjukkan status sosial.
Timur Tengah
Tato telah menjadi bagian dari kebudayaan Timur Tengah selama ribuan tahun. Di Mesir Kuno, tato digunakan untuk tujuan keagamaan dan medis, dan juga digunakan sebagai tanda identitas untuk budak atau tahanan. Di Persia, tato digunakan sebagai bentuk seni dan ekspresi pribadi.
Eropa
Tato pertama kali diperkenalkan di Eropa oleh pelaut Inggris pada abad ke-18 setelah mereka berinteraksi dengan orang Polinesia di Pasifik Selatan. Praktik ini kemudian menjadi populer di kalangan kelompok punk dan goth di Inggris pada tahun 1970-an dan 1980-an, dan sejak itu telah menjadi bagian dari budaya populer di seluruh Eropa.
Amerika
Di Amerika Selatan, tato telah menjadi bagian dari budaya pribumi selama ribuan tahun. Orang-orang suku di Amazon menggunakan tato sebagai tanda pengenal dan juga sebagai bentuk ekspresi pribadi. Di Amerika Utara, tato digunakan oleh suku Indian Amerika untuk tujuan keagamaan dan kultural, dan menjadi populer di kalangan kelompok punk dan biker pada tahun 1970-an dan 1980-an.
Kepulauan Pasifik: Tato telah menjadi bagian dari kebudayaan di Kepulauan Polinesia selama ribuan tahun, dan menjadi bagian dari identitas suku dan status sosial. Di Selandia Baru, tato dikenal sebagai moko, dan digunakan untuk menunjukkan identitas suku dan status sosial.
Meskipun praktik tato telah ada selama ribuan tahun dan menjadi bagian dari berbagai budaya di seluruh dunia, tato juga mengalami stigma dan diskriminasi di beberapa budaya. Namun, praktik ini masih tetap menjadi bagian dari kebudayaan global dan menjadi sumber inspirasi bagi seniman dan desainer di seluruh dunia. (*)
Editor : Pebri Mulya






