Indonesiadaily.net – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengecek harga bahan pangan seperti beras, minyak goreng, dan telur di Pasar Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/2/2013). Jokowi mengatakan sebagian harga bahan pokok di pasaran sudah cukup stabil, terutama beras mengalami penurunan setelah operasi Bulog.
“Saya ingin mengecek barang yang sangat penting yang namanya beras. Apakah operasi dari Bulog sudah sampai ke warung, ke pasar-pasar, saya lihat sudah dan harganya baik, tadi Rp44.000 untuk 5 kilogram (Kg). Artinya, harga di bawah Rp9.000. Tadi kita lihat semua warung ada semuanya dan melimpah di sini,” tutur Jokowi.
Presiden mengungkapkan akhir Februari dan awal Maret, sejumlah daerah mulai panen raya, dirinya berharap stok beras makin melimpah dan dapat berpengaruh terhadap harga beras di pasaran.
“Mungkin secara nasional di Februari mungkin 1 jutaan (hektare), mungkin nanti di bulan Maret 1,9-an (juta hektare). Kira-kira itu, sehingga kalau produksi dari petani, dari panen ada artinya stok melimpah. Kalau stok melimpah permintaan tetap, artinya harga akan secara otomatis akan turun,” ungkap Jokowi.
Sementara untuk harga bahan pokok lain, seperti minyak goreng, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebutkan stok minyak goreng di Pasar Wonokromo cukup banyak dengan harga Rp14.000 per liter. Kemudian untuk telur dan bawang merah, Presiden menyampaikan bahwa harga kedua bahan pangan tersebut juga turun meskipun tidak signifikan.
Mantan Wali Kota Solo ini pun berharap stabilitas harga pangan di daerah dapat terus dipertahankan, sehingga inflasi di daerah maupun nasional secara keseluruhan dapat dikendalikan dengan baik.
“Jangan sampai nanti kayak beras, sebulan yang lalu mengerek inflasi yang sangat tinggi di seluruh Tanah Air, bukan hanya di Jawa Timur saja. Tapi sekarang sejak lima hari yang lalu karena operasi beras dari Bulog sudah mulai turun, meskipun belum semua daerah,” kata presiden.
Sekedar informasi, Jokowi memang kerap menyempatkan ke pasar tradisional tiap kunjungan kerja ke daerah guna mengecek harga bahan pangan. (*)
Reporter : Aulia Syahramadhan
Editor : Andri






