Kaum Hawa Wajib Tahu! Ini Bahaya Terapi Ear Candle

Ilustrasi terapi ear candle.(istimewa)

Indonesiadaily.net – Ear candle kerap jadi pilihan banyak orang untuk membersihkan kotoran telinganya. Namun penelitian menyebutkan bahaya terapi ear candle justeru bisa sebabkan gangguan telinga dan gangguan lainnya. Berikut penjelasannya.

Ear candle adalah terapi yang memanfaatkan kehangatan nyala api untuk menghisap kotoran telinga dan lainnya dari lubang telinga lalu masuk ke dalam lubang lilin. Terapi ini banyak dilakukan di klinik kecantikan. Namun, hati-hati faktanya, terapi ear candle sebenarnya tidak bermanfaat untuk membersihkan telinga namun malah bisa membahayakan bagian tubuh tersebut.

Bacaan Lainnya

Dokter spesialis THT, dr.Muslim Kasim  mengatakan belum ada bukti ilmiah yang mendukung manfaat ear candle, seperti klaim yang beredar saat ini.

“Justru yang sudah terbukti adalah bahaya-bahaya terapi ear candler yang ditimbulkannya,” jelasnya, seperti dikutip dari akun Instagramnya.

Sejumlah risiko bahaya terapi ear candler yang muncul dari ear candle antara lain kerusakan atau gendang telinga yang berlubang.  Gangguan pendengaran akibat abu lilin yang masuk ke dalam telinga. Luka bakar pada daun telinga dan liang telinga. Penyumbatan telinga akibat lelehan lilin sehingga dibutuhkan pertolongan medis seperti operasi. Berbahaya untuk area sekitar seperti muka, kulit kepala, dan rambut.

Dikutip dari Healthline, sejumlah penelitian tidak menunjukkan adanya pengurangan kotoran telinga sebelum atau sesudang terapi ear candle. Peneliti bahkan menemukan peningkatan kotoran telinga karena pengendapan lilin yang dipakai untuk terapi.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Otorhinolaryngology Iran, dimuat kasus pengalaman seorang wanita berusia 33 tahun yang datang ke klinik karena sakit di dalam telinganya.
Setelah pemeriksaan, didapati massa kekuningan di liang telinga, yang diduga akibat prosedur ear candle yang baru saja dilakukan wanita tersebut.
Setelah massa tersebut diambil, gejala sakit yang dialaminya hilang.

Pada tahun 2017, American Academy of Otolaryngology menerbitkan pedoman praktik klinis yang diperbarui untuk menghilangkan kotoran telinga yang menyatakan jika ear candle bukan pilihan yang aman.

“Penelitian menunjukkan bahwa lilin telinga TIDAK menciptakan ruang hampa untuk menyedot kotoran telinga dari telinga,” demikian bunyi pedoman tersebut.(*)

Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *