Kasus DBD Terus Naik, Vaksinasi Disebut Ampuh Tangkal Penyakit

Ilustrasi nyamuk DBD. (Pixabay)

Indonesiadaily.net – Angka kematian karena nyamuk pembawa virus dengue dari nyamuk demam berdarah atau DBD di Indonesia disebut masih cukup tinggi saat ini.

Berdasarkan data yang ada, pada 2022 lalu, kasus demam berdarah mencapai 142.294 dengan angka kematian 1.117. Bahkan angka tersebut diklaim meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan kasus mencapai dua kali lipat pada tahun tersebut.

Bacaan Lainnya

Kemenkes menyebutkan jika peningkatan kasus penyakit tersebut masih bisa terus terjadi. Hal tersebut dikatakan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Direktorat Jenderal P2P, Kementerian Kesehatan RI, dr. Imran Pambudi, MPHM.

Melansir Suara.com, peluang kenaikan peningkatakan kasus ini kata dia, dapat terjadi setelah adanya el nino yang membuat nyamuk menjadi cepat berkembang biak.

Adanya kemungkinan peningkatan kasus demam beradarah, dibutuhkan upaya untuk mencegah angka penularan demam berdarah semakin banyak. Salah satu hal yang juga dapat menekan angka demam berdarah yaitu dengan melakukan vaksinasi serta meningkatkan kesadaran dan pencegahan di masyarakat.

“Kami terus lakukan upaya promotif dan preventif untuk mencegah dan meningkatkan kesadaran serta pertimbangan untuk melakukan vaksinasi di masyarakat,” jelas dr. Irman.

Sejalan dengan dr. Irman, Dokter Spesialis Anak, Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K), mengatakan, vaksinasi menjadi cara yang ampuh untuk menekan angka penyakit demam berdarah di masyarakat. Hal ini juga menjadi cara untuk mengurangi risiko anak yang sakit hingga harus melakukan rawat inap.

“Adanya vaksin demam berdarah ini diharapkan mampu mengurangi risiko seorang anak sakit demam berdarah dan mengurangi risiko rawat inap serta demam berdarah berat,” ujar dr. Hartono.

Tidak hanya itu, dr. Hartono menjelaskan, demam berdarah juga bisa dicegah dengan melakukan berbagai hal. untuk mencegah demam berdarah di antaranya sebagai berikut.

– Melakukan 3M (Menguras tempat-tempat penampungan air, menutup rapat semua tempat penampungan air, memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang)).

– Menjaga sarang nyamuk agar tidak berkembang.

– Jika anak keluar rumah bisa menggunakan baju tertutup atau bisa perlu menggunakan insect repellent.

– Di rumah hindari gantungan baju, kalau ada genangan air atau kolam masukkan ikan pemakan jentik.

– Kalau di rumah ada pot-pot tanaman boleh digunakan tanaman  pengusir nyamuk seperti lavender atau tanaman lainnya.

 

Editor: Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *