Hindari Obesitas, Tim Dosen FK UPNVJ Beri Penyuluhan Pola Hidup Sehat

Obesitas
Tim Dosen FK UPNVJ saat penyuluhan kesehatan terhadap pelajar SMA Dian Didaktika. Foto : Istimewa

Indonesiadaily.net – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) mengadakan penyuluhan kesehatan terhadap pelajar SMA Dian Didaktika.

Mengusung tema ‘Bahaya Konsumsi Makanan Cepat Saji Terhadap Kejadian Obesitas pada Remaja’ Tim PKM diketuai Melly Kristanti dengan anggota Nunuk Nugrohowati, Yanti Harjono Hadiwiardjo dan Vernanda Em Afdhal, dibantu mahasiswa Nabila Fairuz dan Raden Roro Maya Denisa Putri Aurelia.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, kegiatannya sudah dilakukam di 17 Oktober 2022, kami memberikan penyuluhan tentang makanan yang sehat dan bahaya mengonsumsi makanan cepat saji,” kata Melly.

Melly Kristanti menerangkan bahwa makanan pada dasarnya merupakan kebutuhan pokok pada manusia, karena di dalam makanan terdapat senyawa-senyawa yang dibutuhkan oleh tubuh sebagai penghasil energi dan pemulih jaringan yang ada dalam tubuh.

Melly melanjutkan, makanan bermutu adalah makanan yang dipilih, disiapkan dan disajikan sedemikian rupa sehingga terjaga nilai gizinya, makanan bermutu adalah makanan yang diterima, aman dikonsumsi secara mikrobiologi dan kimiawi.

“Di era sekarang, banyak sekali makanan cepat saji di lingkungan sekitar kita, seperti burger, kentang goreng, donat, pizza, hotdog dan banyak lagi makanan yang begitu mengiurkan untuk dinikmati,” papar Melly.

Saat ini, kata dia, makanam cepat saji banyak digemari oleh remaja dan anak-anak yang sedang dalam proses pertumbuhan, remaja cenderung mementingkan harga yang murah dan rasa yang enak dalam memilih makanan.

Tim Dosen FK UPNVJ saat penyuluhan kesehatan terhadap pelajar SMA Dian Didaktika. Foto : Istimewa

Namun, karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua dan remaja, mereka jadi abai terhadap bahaya yang ditimbulkan terhadap makanan cepat saji apabila dikonsumsi berlebihan.

Selain itu, kalangan remaja lebih senang makan di luar bersama teman-teman sebayanya dari pada makan makanan di rumah.

“Hal itu menimbulkan kurang terkontrolnya pola makan dan pola hidup sehat. Jika pola hidup seperti itu tidak dikendalikan, maka akan berakibat sangat fatal, mulai dari obesitas sampai penyakit kanker,” terang Melly.

Kemudiahan di era globalisasi, sambung Melly mempengaruhi pola hidup, termasuk di antaranya perubahan pola makan dan kurangnya kepedulian terhadap kesehatan tubuh.

“Seiring berjalannya waktu, semakin banyak lah fenomena kesehatan yang bermunculan,” sambungnya.

Kata dia, salah satu masalah kesehatan yang kerap ditemui secara kasat mata di era sekarang adalah obesitas. Sebab, memakan makanan cepat saji secara berlebihan tanpa diiringi dengan pembakaran kalori, seperti olahraga dan menjaga pola makan dapat menimbulkan penumpukan lemak yang berujung obesitas.

“Apabila obesitas sudah terjadi, maka berbagai penyakit akan timbul, seperti kolesterol, penyakit jantung, nyeri sendi dan gangguan pernafasan,” katanya.

Melly menjelaskan, untuk mengetahui obesitas, maka perlu mengetahui indeks masa tubuh terhadap tubuh kita, yaitu dengan cara menghitung rumus berat badan dibagi tinggi badan kuadrat.

Kategori kurus pada laki-laki kurang dari 18 kg/m2, normalnya 18 sampai 25 kg/m2, kegemukam diangka 25 sampai 27 kg/m2, sedangkan obesitas di 27kg/m2 ke atas.

“Sedangkan kategori kurus untuk perempuan adalah kurang dari 17 kg/m2, normal di 17 sampai 23 kg/m2, kegemukan di 23 sampai 27 kg/m2, kemudian obesitas lebih dari 27 kg/m2,” jelas Melly.

Untuk mengatasi obesitas, kata Melly harus mengubah pola makan dan menghindari makanan yang mengandung tinggi lemak, gula dan kalori.

“Serta memilih makanan yang mengandung tinggi serat, seperti buah, sayur, protein dan makanan yang mengandung lemak baik,” ujar Melly.

Sedangkan, waktu yang baik untuk makan tiap harinya, sarapan sebaiknya dilakukan antara pukul 70:00-09.00 WIB minimal 30 menit setelah bangun tidur,  makan siang pada pukul 12:00-14:00 WIB minimal empat jam setelah sarapan.

“Makan malam sebaiknya dilakukan antara pukul 18:00-20:00 WIB minimal tiga jam sebelum tidur,” terang Melly.

Selain pola makan, Melly menambahkan, aktivitas fisik sangat penting untuk menyeimbangkan energi di dalam tubuh.

“Jadi kami mengajak tidak hanya pelajar yang ikut penyuluhan, tapi seluruh masyarakat untik menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari obesitas dan penyakit berisiko lainnya,” ucap Melly. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *