Dewan Masjid Indonesia Depok Bentuk Masjid Siaga Bencana

Ketua Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Depok Ustad Eko Waludi. (Istimewa)

Indonesiadaily.net – Ketua Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Depok Ustad Eko Waludi mengatakan DMI Depok akan membentuk masjid siaga bencana.

Pembentukan masjid siaga bencana sesuai kesepakatan rapat kerja (Raker) Dewan Masjid Indonesia Kota Depok periode 2022-2027 di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Sawangan.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan kondisi secara umum bangsa Indonesia kerap kali mengalami bencana.

Menurutnya, saat terjadi bencana tidak hanya Pemerintah saja yang memiliki kewajiban dalam menanganinya, jadi perlunya peran serta masyarakat dan  komunitas.

“Dewan Masjid Indonesia Depok fokus pembentukan masjid siaga bencana. Untuk tahun pertama kita bentuk satu masjid sebagai percontohan yang nantinya akan dilanjutkan di tingkat Kecamatan,”ujar Ustad Eko Waludi melalui keterangannya, Senin (20/2/2022).

Eko mengungkapkan, dalam mewujudkan program tersebut perlu bersinergi dengan semua pihak.

Dalam pembentukan masjid siaga bencana perlu disiapkan terkait pelatihan dalam menyiapkan SDM, sarana dan prasarana, sampai dengan materi khutbah yang disampaikan juga materi terkait penangan bencana.

“Masjid tidak hanya berfungsi tempat ibadah saja, tapi lebih luas sebagai tempat strategis, untuk sosial, pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lainnya,” tuturnya.

Melalui masjid siaga bencana itu, semua akan diberdayakan. Diantaranya, peningkatan ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan jiwa sosial, empati dan sebagainya. Mulai dari upaya penanggulangan bencana, menghadapi bencana, relawan dan semuanya sudah siap.

“Tentunya, tidak semua masjid disamaratakan namun harus melihat kebutuhan kondisi masyarakat sekitar  dan kebutuhan. Misalnya, masjid ramah anak dan lansia, pendidikan, ramah lingkungan dan lainnya,”katanya.

Sementara itu, Sekretaris PD DMI Kota Depok Ustad Sutrisno mengatakan, tantangan saat ini adalah banyaknya beredar berita hoax atau palsu.

Untuk itu, pihaknya berharap agar para pengurus masjid dan masyarakat bijak dalam menerima informasi di medsos.

Dirinya juga berharap agar dalam kajian atau keilmuan Islam agar merujuk sumber aslinya.

“Dengan kata lain untuk bahan rujukan berdasarkan buku atau kitab. Kita berharap agar masjid memiliki perpustakaan dengan koleksi kitab. Tentu, sebagai bahan kajian dan untuk pendidikan,” kata dia.

Perlu diketahui saat ini setidaknya sudah ada 1.400 bangunan masjid yang telah berdiri tersebar di Kota Depok.

 

Penulis : Irwan Supriyadi
Editor : Nur Komalasari

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *