Coklit Data Pendukung, Pantarlih di Depok Alami Digigit Anjing Hingga Diusir

Kantor KPU Depok (istimewa)

Indonesiadaily.net – KPU Depok tengah melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Dalam pelaksanaannya ternyata ada beberapa peristiwa yang dialami petugas. Seperti digigi anjing, kecelakaan, dan rumah Pantarlih ada yang kebakaran bahkan ada yang diusir oleh warga.

Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi, KPU Kota Depok, Kholil Pasaribu menjelaskan dalam pelaksanaan pencoklitan yang dilakukan Pantarlih kata dia, tidak ada kendala. Namun ada kejadian tak terduga yang kerap dialami Pantarlih.

Bacaan Lainnya

“Kendala relatif tidak ada, tetapi ada Pantarlih kita yang digigit anjing, kecelakaan motor tunggal, dan ada yang rumahnya terkena musibah kebakaran. Semua terjadi saat Pantarlih sedang bekerja,” tuturnya, Senin (27/2/2023).

Ia menambahkan sebanyak 1.401.836 pemilih untuk Pemilu 2024 yang akan dilakukan coklit. Pencoklitan ini kata dia, dilaksanakan mulai 12 Februari hingga 14 Maret 2023.

“Penduduk yang masuk dalam Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) adalah WNI yang akan berusia 17 tahun atau lebih pada hari H Pemilu 2024 dan bukan anggota TNI/Polri,” kata Kholil Pasaribu, Ahad (26/2/2023) dikutip dari situs resmi Pemerintah Kota Depok.

Ia mengatakan Kota Depok sudah berlangsung selama dua pekan, sejak dimulai 12 Februari lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok per Jumat (24/02), jumlah warga yang telah dicoklit sebanyak 490.642 orang.

Dirinya menambahkan, data tersebut akan terus berubah seiring dengan pencoklitan yang masih terus berlangsung. Data ini diperoleh melalui laman e-coklit.kpu.go.id. yang hanya bisa di akses oleh KPU Kota Depok.

“Kecamatan paling banyak tercoklit yakni Kecamatan Pancoran Mas sebanyak 176.654 pemilih, dan paling sedikit di Kecamatan Cinere 64.276 pemilih,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu petugas Pantarlih yang bertugas di kawasan Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong mengaku diusir oleh warga yang hendak dicoklit.

“Pernah diusir suruh pergi. Kan kita datang baik-baik pakai atribut Pantarlih. Malah kita diusir,” ungkap Pantarlih yang tidak disebutkan namanya.

Sesuai dengan tugasnya terus melakukan coklit untuk pencocokan data warga jelang Pemilu 2024 mendatang.

“Namanya tugas, di lapangan kita yang merasakan peristiwanya. Kami harap warga Depok paham dan mengerti sekarang ini sedang coklit data untuk Pemilu 2024,” pungkasnya.

Penulis : Irwan Supriyadi
Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *