Indonesiadaily.net – Kanker paru-paru, kanker payudara, dan kanker serviks, adalah 3 jenis kanker yang paling mengakibatkan kematian di Indonesia. Sedari dini perlu diketahui gejala umum mendeteksinya agar bisa segera ditangani. Berikut ini gejala-gejala dari tiga penyakit kanker paling mematikan tersebut.
Dikutip dari Kementerian Kesehatan RI, kanker adalah penyakit tidak menular yang ditandai dengan adanya sel/jaringan abnormal yang bersifat ganas, tumbuh cepat tidak terkendali, dan dapat menyebar ke tempat lain dalam tubuh penderita.
Sel kanker bersifat ganas dan dapat menginvasi serta merusak fungsi jaringan tubuh. Penyebaran (metastasis) sel kanker dapat melalui pembuluh darah maupun pembuluh getah bening.
Sel penyakit kanker dapat berasal dari semua unsur yang membentuk suatu organ, kemudian tumbuh dan menggandakan diri hingga membentuk massa tumor. Meski metode pengobatan kanker sudah semakin berkembang, angka kematian karena kanker tetap masih banyak.
Mengutip data Globocan edisi Maret 2021, kanker paru-paru adalah salah satu kanker paling mematikan di dunia.
Dikutip dari Globocan edisi Maret 2021, kanker paru-paru adalah jenis kanker nomor satu dari 35 yang menyebabkan kematian di Indonesia. Angka kematian karena kanker paru-paru adalah 30.843 dari total 234.511 kasus kematian karena kanker.
Dikutip dari Cleveland Clinic, kanker paru-paru pada stadium awal sering kali tidak menimbulkan gejala. Jika pun ada, gejala kanker paru-paru paling umum meliputi batuk terus-menerus atau memburuk, sesak napas, nyeri dada, suara serak, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
Secara lebih lengkap, dikutip dari Cancer Center, tanda-tanda kanker paru-paru, bisa meliputi berikut batuk yang berlangsung lama, memburuk seiring waktu, atau perubahan pada batuk kronis yang sudah ada, batuk yang mengeluarkan darah, nyeri di dada, punggung, atau bahu yang memburuk saat batuk, tertawa, atau bernapas dalam-dalam, sesak napas yang datang tiba-tiba dan terjadi saat beraktivitas sehari-hari, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, merasa lelah atau lemah, kehilangan selera makan, infeksi paru-paru, seperti bronkitis atau pneumonia yang tidak kunjung sembuh, suara serak atau mengi.
Sementara, apa yang dirasakan penderita kanker paru-paru yang kurang umum bisa meliputi pembengkakan di wajah atau leher, kesulitan menelan atau nyeri saat menelan, perubahan penampilan jari, yang disebut finger clubbing.
Dikutip dari American Cancer Society, jika sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain, tanda-tanda kanker paru-paru bisa meliputi nyeri tulang (seperti nyeri di punggung atau pinggul), perubahan sistem saraf (seperti sakit kepala, kelemahan atau mati rasa pada lengan atau tungkai, pusing, masalah keseimbangan, atau kejang), karena penyebaran kanker paru-paru ke otak, menguningnya kulit dan mata (jaundice), akibat penyebaran kanker paru-paru ke hati, pembengkakan kelenjar getah bening (kumpulan sel sistem kekebalan tubuh) seperti di leher atau di atas tulang selangka, sindrom Horner: kumpulan gejala akibat kerusakan pada jalur saraf dari otak ke wajah.
Sindrom vena kava superior: tumor yang muncul di vena kava superior (vena besar yang membawa darah dari kepala dan lengan ke jantung). Sindrom paraneoplastik: beberapa kanker paru-paru membuat zat mirip hormon yang masuk ke aliran darah dan menyebabkan masalah pada jaringan dan organ yang jauh. Terkadang sindrom ini sebagai gejala pertama kanker paru-paru.
Dikutip dari Cleveland Clinic, gejala kanker payudara yang juga salah satu kanker paling mematikan meliputi perubahan ukuran, bentuk, atau kontur payudara, massa atau benjolan, yang mungkin terasa sekecil kacang polong, benjolan atau penebalan di dalam atau di dekat payudara atau di ketiak Anda yang bertahan selama siklus menstruasi, perubahan tampilan atau nuansa kulit pada payudara atau puting (berlesung pipit, berkerut, bersisik atau meradang).
Kemerahan pada kulit payudara atau puting, ada area yang jelas berbeda dari area lain di kedua payudara. Muncul suatu bagian yang mengeras seperti marmer di bawah kulit payudara, keluarnya cairan bernoda darah atau bening dari puting.
Dikutip dari American Cancer Society, apa yang dirasakan penderita kanker payudara yang paling umum adalah munculnya benjolan yang belum pernah ada sebelumnya. Walaupun tidak semua benjolan di payudara bersifat kanker. Massa atau benjolan yang keras dan tidak nyeri dengan tepi tidak beraturan lebih mungkin berkembang menjadi kanker. Namun, benjolan kanker payudara juga bisa lunak, berbentuk bulat, atau terasa nyeri.
Kanker payudara stadium lanjut bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti tulang, otak, paru-paru, dan hati. Jika kanker payudara sudah menyebar (metastasis) gejalanya bisa meliputi sakit tulang, tulang lemah dan lebih mudah patah, sakit kepala parah, kejang, perubahan perilaku, masalah penglihatan, mual, kesulitan berjalan atau menjaga keseimbangan, batuk kronis yang bisa semakin memburuk.
Kesulitan mengatur napas, sakit dada, suara serak, merasa lemah atau lelah, batuk darah atau ludah dan dahak berwarna karat, penurunan berat badan, kurang nafsu makan dan merasa kenyang setelah makan kecil, muntah atau mual, sakit perut, rasa sakit di dekat tulang belikat kanan.
Perasaan penuh di bawah tulang rusuk Anda di sisi kanan karena hati yang membesar, kulit dan mata menguning (jaundice) Kulit yang gatal.
Dikutip dari Globocan edisi Maret 2021, kanker serviks adalah jenis kanker paling mematikan selanjutnya adalah kanker serviks. Angka kematian karena kanker serviks adalah 21.003 dan jumlah kasusnya sebanyak 36.633 sebagai nomor dua terbanyak di Indonesia. Dikutip dari Cleveland Clinic, kanker serviks pada tahap awal sulit dideteksi karena sering tidak menimbulkan gejala yang khas. Tanda-tanda kanker serviks acapkali membutuhkan waktu beberapa tahun untuk berkembang. Jika pun muncul tanda-tanda kanker serviks, bisa disalahpahami sebagai kondisi normal pada wanita.
Berikut tanda-tanda kanker serviks tahap awal yang biasa terjadi keputihan berair atau berdarah yang mungkin banyak dan memiliki bau busuk, pendarahan vagina setelah berhubungan seksual, pendarahan vagina antara periode menstruasi atau setelah menopause (pendarahan vagina abnormal), periode menstruasi yang lebih berat dari baisanya dan berlangsung lebih lama dari biasanya.
Jika kanker serviks telah menyebar ke jaringan atau organ terdekat, apa yang dirasakan penderita kanker serviks bisa meliputi buang air kecil sulit atau menyakitkan, terkadang disertai darah, diare nyeri atau pendarahan dari rektum saat buang air besar.
Merasakan rasa lelah yang terus-menerus, nafsu makan menurun, berat badan menurun, badan terasa sakit secara umum. Punggung bagian bawah terasa nyeri, bengkak di kaki Nyeri panggul atau perut. Jika Anda memiliki gejala yang mengarah pada 3 jenis kanker di atas, segeralah periksa ke dokter. (*)
Editor : Nur Komalasari






