Indonesiadaily.net – Mungkin masih banyak dari kamu yang bingung antara fakta dan mitos tentang kesehatan. Pada bagian tertentu, masih banyak orang yang percara jika pengetahuan yang selama ini disebarkan merupakan mitos.
Beragam opini yang masih belum dapat dipertanggungjawabkan itu menjadi mitos-mitos yang dipercayai sebagian orang. Melansir Halodoc, asumsi yang masih belum benar tersebut harus segera dibenarkan lewat fakta-fakta seputar penyakit atau kebiasaan yang sering didengar di sekitar agar tidak menjadi mitos saja.
Tidak sedikit mitos tentang kesehatan yang telah beredar di kalangan masyarakat dan membuat orang mudah percaya karena minimnya pengetahuan akan kesehatan. Parahnya lagi, fakta tentang kesehatan malah jarang yang dipercaya oleh masyarakat. Supaya tidak salah kaprah dalam menjaga kesehatan, baca penjelasan berikut!
Setiap harinya, kamu bisa mendapatkan banyak sekali informasi yang berasal dari berbagai sumber, termasuk media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, serta dari berbagai media cetak maupun media elektronik lainnya. Namun, informasi tersebut belum tentu benar, terlebih jika tidak didukung dengan data yang kuat. Inilah alasan sebuah informasi selalu terkandung mitos dan fakta.
Cara Membedakan Mitos dan Fakta
Membedakan mitos dengan fakta adalah hal yang krusial, terutama untuk membuat pilihan yang sehat. Orang Indonesia terbiasa dengan istilah penyakit panas dalam atau masuk angin. Faktanya, kedua jenis penyakit tersebut tidak ada dalam dunia medis.
Berikut adalah mitos dan fakta tentang penyakit yang sering dialami oleh masyarakat umum:
Panas Dalam
Mitos: Panas dalam adalah gangguan tubuh yang terjadi akibat makan gorengan, kepanasan, atau minum es.
Fakta: Dalam istilah Kedokteran, istilah penyakit panas dalam tidak pernah ada. Kondisi ini dalam medis diartikan sebagai serangkaian gejala yang menyerang mulut, tenggorokan, dan sistem pencernaan. Selain itu, sebutan ‘panas dalam’ diduga muncul karena gejalanya yang sebabkan timbul rasa panas di dalam tubuh.
Masuk Angin
Mitos: Masuk Angin.
Fakta: Masuk angin tidak ada dalam istilah kedokteran. Gangguan yang dimaksud dengan masuk angin itu adalah berbagai gangguan yang timbul dengan gejala sakit kepala, mual, muntah dan nyeri perut.
Bagi orang Indonesia, kerokan adalah terapi pengobatan alternatif untuk meringankan gejala masuk angin. Nyatanya, metode menggosok dan menekan bagian permukaan tubuh akan menyebabkan nyeri pada kulit. Warna pada kulit pun merupakan pertanda pembuluh darah halus (kapiler) di bawah permukaan kulit pecah. Inilah hal yang sebetulnya membahayakan, sebab saat pembuluh darah tersebut pecah, maka bisa menjadi sarang kuman dan menyebabkan infeksi lokal atau kondisi yang lebih berat karena terbawa aliran pembuluh darah ke seluruh tubuh.
Sariawan
Mitos: Sariawan karena kurang vitamin C.
Fakta: Sariawan dalam dunia medis lenih dikenal dengan sebutan aphthous stomatitis. Penyebab dari penyakit ini belum diketahui secara pasti, tetapi ada banyak faktor yang diyakini berkaitan dalam memicu terjadinya sariawan. Di antaranya adalah alergi makanan, menurunnya sistem imun (kekebalan tubuh), stres, trauma pada jaringan lunak dalam rongga mulut, kurang nutrisi, atau disebabkan karena obat-obatan tertentu. Apabila sariawan terjadi secara berulang, maka ini disebut recurrent aphthous stomatitis.(*)
Editor: Nur Komalasari






