Indonesiadaily.net – Penyakit asam urat adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh menumpuknya kristal asam urat. Ada beberapa gejala tidak biasa dari penyakit tersebut yang sebaiknya tidak diremehkan, apa saja itu?
Menurut Kementerian Kesehatan, asam urat yang disebut juga gout bisa menyerang beberapa bagian tubuh, seperti jempol kaki dan lutut.
Asam urat biasanya menimbulkan sensasi panas di bagian persendian, nyeri, termasuk terjadi pembengkakan.
Jempol kaki dan lutut adalah dua bagian pada tubuh yang seringkali terasa sakit ketika terserang asam urat. Namun, penyakit tersebut bisa menyebabkan nyeri pada punggung bagian bawah, walaupun kasus ini sebenarnya jarang terjadi.
1. Gangguan pada punggung bagian bawah
Dilansir dari Arthritis Health yang dikutip dari kompas.com asam urat yang menyerang punggung bagian bawah tak boleh disepelekan karena berisiko mengganggu sendi sakroiliaka dan tulang belakang lumbar.
Adapun letak dari sendi sakroiliaka berada di kedua sisi panggul, tepatnya di antara sakrum dan ilium. Tulang belakang bagian atas dan tengah juga berisiko terserang asam urat dan kondisi ini berisiko menimbulkan kerusakan tulang bahkan saraf terjepit.
2. Pergelangan tangan menjadi nyeri
Asam urat poliartikular dapat menimbulkan nyeri pada pergelangan tangan yang artinya penyakit ini mengganggu lebih dari satu sendi. Untungnya, kasus asam urat menyerang pergelangan tangan jarang terjadi. Orang yang merasakan nyeri akibat asam urat pada pergelangan tangan dapat diidentifikasi menggunakan ultrasonografi dan aspirasi.
Perlu diketahui, aspirasi menggunakan jarum suntik supaya cairan berlebih dari sendi dapat dikeluarkan. Dalam hal ini, kristal asam urat dari cairan yang disedot bisa diidentifikasi melalui analisis laboratorium. Sementara itu, ultrasonografi mampu mengidentifikasi lokasi penumpukan kristal asam urat di tulaang rawan sendi pergelangan tangan.
Di samping pergelangan tangan, bagian lain yang jarang terkena asam urat adalah sendi jari termasuk siku. Namun, sendi di ekstremitas bawah (tulang fibula, tarsal, pelvis, metatarsal, phalangs, dan femur) lebih sering merasakan asam urat.
3. Demam
Demam dan gejala mirip flu lainnya dapat timbul ketika peradangan yang dirasakan ketika asam urat menyerang masuk kategori cukup parah. Adapun gejala mirip flu ketika asam urat menyerang, seperti perasaan tidak enak badan maupun kelelahan. Biasanya dua gejala tersebut muncul apabila serangan asam urat terjadi pada dua atau lebih persendian.
Orang juga perlu memahami bahwa asam urat atau bentuk artritis lainnya, seperti artritis reumatoid atau artritis septik bisa menyebabkan peradangan pada satu atau lebih persendian. Kondisi ini juga berisiko menimbulkan demam dan gejala mirip flu lainnya. Dokter perlu melakukan wawancara dan evaluasi klinis terhadap orang yang merasakan demam ketika terkena serangan asam urat.
4. Batu Ginjal
Ginjal berfungsi untuk menyaring asam urat dari darah dan hasil dari penyaringan ini akan dikeluarkan dari tubuh. Namun, asam urat yang diproduksi tubuh secara berlebihan atau fungsi ginjal yang terganggu bisa menyebabkan penumpukan asam urat, termasuk batu ginjal. Adapun 16,5 persen kasus batu ginjal disebabkan oleh asam urat dan kondisi ini bisa menyakitkan orang yang mengalaminya jika tidak segera diobati.
Organ tersebut juga bisa mengalami kerusakan apabila batu ginjal tidak ditangani dengan tepat. Dalam hal ini, asam urat dapat berkembang pada orang yang mengalami penyakit ginjal kronis. Mereka yang penyakit ginjalnya sudah tingkat lanjut risiko terkena asam urat juga dua kali lebih tinggi.
5. Benjolan di bawah kulit
Asam urat bisa menyebabkan benjolan (tophi) yang dapat dilihat dan dirasakan di bawah kulit dekat persendian. Benjolan dapat muncul karena penumpukan asam urat, sehingga nodul kecil berkapur menjadi terbentuk. Bagian-bagian yang biasanya mengalami kondisi ini adalah siku, jari kaki, lutut, buku jari, termasuk kanal tulang belakang. Munculnya benjolan di bawah kulit sebaiknya tidak dibiarkan karena berisiko menyebabkan rasa sakit.
Beberapa risiko lainnya adalah menurunnya kemampuan sendi untuk meluruskan dan menekuk, nekrosis atau kemaatian jaringan kulit, bahkan luka atau ulserasi. Infeksi kemungkinan juga terjadi pada mereka yang memiliki luka terbuka atau ulkus yang bertahan lama dan besar. (*)
Editor : Nur Komalasari






