Usai Main Bola, 2 Kelompok Pelajar di Tangerang Tawuran

Ilustrasi tawuran di Tangerang. (Istimewa)

Namun

Indonesiadaily.net – Dua kelompok pelajar dari SMK 10 Kabupaten Tangerang dan SMK Gema Bangsa melakukan aksi tawuran usai bertanding sepak bola di Cisoka.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Tigaraksa AKP Agus Ahmad Kurnia membenarkan peristiwa tersebut. Akibatnya, kata Kurnia 1 orang pelajar mengalami luka di bagian wajah akibat pukulan benda tumpul.

“Benar. Jadi selesai pertandingan pihak pelajar SMAN 10 menunggu pihak dari SMK Gema Bangsa di depan Pasar Gudang Tigaraksa untuk melakukan tawuran,” terang Kurnia saat dikonfirmasi, Sabtu (21/1/2023).

Lanjut Kurnia, satu orang pelajar tersebut mengalami luka robek dan memar di bagian pelipis atas, mata sebelah kanan, serta kaki kanan trkilir.

“Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balaraja untuk mendapat pertolongan,” ungkapnya.

Aksi tawuran antar pelajar maupun kelompok kerap terjadi di Tangerang. Belum lama ini, Selasa (17/1/2023) dua kelompok yang berjumlah delapan orang di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang diamankan polisi saat diduga hendak melakukan aksi tawuran. Mereka juga kedapatan membawa samurai untuk aksi tawurannya.

Kedelapan tersebut terbagi dua kelompok. Kelompok pertama berinisial MF (20), yang membawa senjata tajam berupa samurai, MAF (18), dan ARH (16). Sedangkan kelompok kedua yaitu NGS (17), MR (25), CA (18), DM (18), dan MT (22).

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho mengatakan, aksi itu dipicu tudingan MF bahwa NGS telah mengganggu hubungannya dengan istrinya. Lalu mereka pun bersepakat untuk bertemu.

“Awal mulanya MF menuduh NGS telah merusak dan mengganggu hubungannya dengan istrinya. Melalui pesan singkat, keduanya sepakat bertemu untuk menyelesaikan masalah tersebut,” kata Kapolres.

Saat pertemuan itu, antara MF dan NGS saling adu mulut dan dorong-mendorong. Salah satu dari teman NGS melihat ada sajam disembunyikan di atas jok motor dengan cara diduduki.

“Setelah mengamankan samurai tersebut, kelompok NGS yang berjumlah lima orang lalu mengeroyok MF hingga luka-luka di bagian hidung, bibir, lengan dan pelipis,” lanjutnya.

“Para pelaku sudah diamankan berikut barang bukti samurai di Polsek Pinang. Kedelapan orang tersebut masih dilakukan pemeriksaan lebih dalam,” pungkasnya.

Penulis : Ihya Ulumuddin
Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *