Tindak Pengguna BEAM Rover Bandel, Parkir Sembarangan Denda Rp150 Ribu

Peminat sepeda elektrik produksi BEAM Rover di Kota Bogor (istimewa)

Indonesiadaily.net – Sejak diluncurkan tiga bulan lalu, peminat sepeda elektrik BEAM Rover di Kota Bogor terus meningkat. Tercatat saat ini, 60 ribu pendaftar masih mengantri untuk menggunakan layanan tersebut.

Sejalan dengan layanan moda transportasi mikro ramah lingkungan itu semakin popular di Kota Bogor, perbaikan demi perbaikan dilakukan pengelola dan Pemkot Bogor.

Bacaan Lainnya

Salah satunya untuk mendisiplinkan pengguna agar tidak parkir tidak disembarang tempat atau bukan di lokasi yang ditentukan BEAM, mulai pekan ini penerapan aturan baru berupa denda maksimal sebesar Rp 150 ribu dilaksanakan. Pengguna juga tidak boleh meninggalkan armada di luar lokasi parkir yang ditentukan.

“Kalau ada pengguna yang terus menerus melakukan pelanggaran, BEAM rover dengan sangat terpaksa akan melarang atau tidak memperbolehkan lagi si pelanggar menggunakan armada BEAM,” kata Country Representative BEAM Indonesia Ady Muzaki.

“Kami telah melakukan survei dengan melibatkan perusahaan riset independen, hasilnya sangat luar biasa, dimana 96 persen pengguna  BEAM rover bersedia untuk merekomendasikan layanan kami kepada orang lain. Bahkan, 99 pengguna setuju dengan keputusan Wali Kota Bogor menghadirkan layanan Beam di Bogor,” paparnya.

Ady mengajak masyarakat Kota Bogor, aktif melaporkan pelanggaran tersebut dengan memindai QR code yang tertera pada armada. Setelah melakukan pemindaian, tim Rapid Response Rangers akan segera datang untuk memindahkan armada tersebut ke lokasi parkir yang benar.

“Aturan ini mungkin terasa berbeda bagi para pengguna BEAM yang telah terbiasa meninggalkan kendaraan di sembarang tempat. Namun, aturan ini sangatlah masuk akal. Apabila kita menyewa mobil, tentunya kita tidak akan meninggalkan mobil tersebut di tengah jalan setelah selesai menggunakannya. Hal inilah yang mendorong kami untuk menerapkan aturan baru,”jelasnya.

Ady mengatakan, BEAM hadir di Kota Bogor untuk membantu program pemerintah mengurangi emisi karbon dan polusi udara. Sebagai satu-satunya perusahaan yang menerima Climate Neutral Certificate di Asia Pasifik, sambung Ady, setiap penggunaan armada BEAM dapat mengurangi emisi karbon dan polusi dibandingkan dengan penggunaan mobil atau sepeda motor berbahan bakar fosil.

“Dalam survei kami, sebanyak 65 persen esponden pemilik mobil mengatakan akan menggunakan mobil pribadi mereka apabila layanan BEAM tidak tersedia. Pengguna BEAM yang memiliki sepeda motor sebanyak 67 persen tidak menggunakan sepeda motor responden pemilik motor. Fakta ini menunjukkan bahwa Beam mendukung Kota Bogor menjadi lebih hijau ketika lebih banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan armada BEAM,” ujarnya.

Ady mengungkapkan, Beam hadir di Kota Bogor, turut membantu menggerakkan perekonomian, kenapa ? karena Armada yang disediakan Beam memudahkan masyarakat maupun wisatawan untuk berkeliling Kota Bogor dan lebih leluasa untuk singgah dan membeli makanan atau minuman dari pelaku UKM setempat.

“Hasil survei kami ebanyak 33 persen responden yang menggunakan armada Beam untuk membeli makanan dan minuman di toko lokal maupun pelaku UKM setempat. Ada 27 persen responden yang menggunakan armada Beam untuk mengunjungi tempat wisata dan 20 persen untuk berkeliling Kota,” tutupnya.

Penulis : Ibnu Galansa
Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *