Tiga Destinasi Wisata di Jawa Barat yang Namanya dari Alat Kelamin Manusia

destinasi wisata unik jawa barat 3

Indonesiadaily.net – Jawa Barat menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan destinasi wisata yang unik dan menarik.

Tidak hanya unik dan menarik dari keindahan alamnya saja, tetapi ada beberapa destinasi wisata di Jawa Barat yang memiliki nama tidak lazim.

Bacaan Lainnya

Berikut ini tiga destinasi wisata di Jawa Barat yang namanya tidak lazim.

Situ Sarkanjut di Kabupaten Garut

destinasi wisata unik jawa barat 1

Pertama ada Situ Sarkanjut di Kabupaten Garut. Nama tempat ini juga terbilang nyerempet dibandingkan dengan nama kawasan wisata alam lainnya yang dikenal indah.

Situs Sar Kanjut merupakan sebuah kawasan yang diharapkan dapat dijadikan sebagai daerah agrowisata di masa depan.

Kesemua tempat wisata di atas memiliki daya tarik yang unik dan berbeda dari tempat wisata lainnya.

Walaupun namanya tidak lazim, namun tempat wisata tersebut merupakan destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Karang di Geopark Ciletuh

destinasi wisata unik jawa barat 2

Kedua, tempat yang wisata yang tidak biasa adalah Karang Kontol di Geopark Ciletuh Sukabumi. Nama tempat ini diambil dari bentuk karang yang menyerupai alat kelamin pria.

Keberadaan dan istilah Karang ini dalam konteks masyarakat Geopark Ciletuh merupakan sebuah nama yang diberikan masyarakat sekitar dengan menyesuaikan bentuk dari Karang tersebut.

Asal muasal pembentukan karang itu tidak diketahui pasti, namun diperkirakan akibat dari pergesekan bebatuan karam oleh air laut.

Pasir Heunceut di Ciamis

destinasi wisata unik jawa barat 3

Terakhir adalah Pasir Heunceut di Kabupaten Ciamis. Nama tempat ini juga sangat tidak lazim karena merujuk pada alat vital wanita.

Pasir Hancet berlokasi di Dusun Cipeundeuy, Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Nama Pasir Hancet bermula dari zaman penjajahan Belanda, di mana pasir ini merupakan sebuah perkebunan karet yang mayoritas pekerjaannya dilakukan oleh kaum perempuan. (*)

 

Edirtor : Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *