Pekerja Migran Asal Tangerang Meninggal di Arab Saudi, Disnaker Cari Tau Penyebab

Ilustrasi pekerja migran meregang nyawa. (Istimewa)

Indonesiadaily.net – Jumhana, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang meninggal dunia di Arab Saudi.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang, Iis Kurniati.

Bacaan Lainnya

“Iya benar (PMI meninggal dunia di Arab Saudi). Saat ini  kita sudah konfirmasi ke pihak keluarga korban dan sudah menyampaikan hal ini melalui surat ke Kemenlu RI untuk permohonan pemulangan jenazah,” ujar Iis saat dikonfirmasi, Kamis (12/1/2023).

Iis menjelaskan, untuk penyebab kematiannya sendiri masih belum diketahui. Oleh karena itu, saat ini Disnaker Kabupaten Tangerang, sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Luar Negeri agar pemulangan jenazah bisa segera dilakukan.

“Kita belum ada kabar yang valid penyebab meninggalnya. Saat ini kita lagi nunggu informasi dari Kemenlu,” terang dia.

Berdasarkan data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), warga Indonesia yang ditempatkan di luar negeri alias PMI mencapai 24.088 orang pada Oktober 2022. Jumlah ini naik 10,8% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm) yang sebanyak 21.739 orang.

Melansir databoks.katadata.co.id, capaian itu pun tercatat mengalami kenaikan 257,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy). Pada Oktober 2021, penempatan pekerja migran Indonesia hanya sebanyak 6.733 orang.

Berdasarkan provinsinya, Jawa Timur masih mendominasi asal pekerja migran nasional tertinggi sepanjang Oktober 2022 yakni sebanyak 5.757 orang (24%). Posisinya disusul oleh Jawa Tengah sebanyak 5.220 orang (22%), Nusa Tenggara Barat (NTB) 3.905 orang (16%), Jawa Barat 3.744 orang (16%), dan Sumatera Utara 1.873 orang (8%).

Malaysia merupakan negara tujuan utama pekerja migran Indonesia pada Oktober 2022 sebanyak 7.094 orang (29%). Negara tujuan utama lainnya, yaitu Hong Kong sebanyak 6.448 orang (27%), Taiwan 6.055 orang (25%), Korea Selatan 1.806 orang (7%), dan Arab Saudi 570 orang (2%)

 

Penulis : Ihya Ulumuddin
Editor : Nur Komalasari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *