Negara-negara Muslim Mulai Merespon Aksi Bakar Alquran di Swedia

negara-negara muslim marah alquran dibakar
Politisi rasis sayap kanan Swedia, Rasmus Paludan saat membakar salinan Alquran yang merupakan kitab suci umat Islam.

Indonesiadaily.net – Negara-negara muslim mengutuk apa yang dilakukan politisi rasis sayap kanan Swedia, Rasmus Paludan yang membakar salinan Alquran yang merupakan kitab suci umat Islam. Parahnya lagi, aksi tersebut mendapatkan izin dari Swedia.

Aksi melecehkan agama Islam tersebut, dilakukannya di depan gedung Kedutaan Turki di Stockholm pada Jumat 20 Januari 2023.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya negara-negara muslim saja yang bereaksi akan aksi tersebut, tetapi organisasi internasional pun memberikan tanggapan akan hal tersebut.

1. Turki

Lewat sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk keras aksi pembakaran kitab suci al-Quran.

“Kami mengutuk sekeras mungkin serangan keji terhadap kitab suci kami, Alquran, di Swedia hari ini (21 Januari), meskipun kami telah berulang kali memperingatkan sebelumnya,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

Menyebut tindakan itu sebagai “kejahatan kebencian langsung,” Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan: “Mengizinkan tindakan anti-Islam ini, yang menargetkan Muslim dan menghina nilai-nilai suci kita, dengan kedok kebebasan berekspresi sama sekali tidak dapat diterima.”

“Tindakan tercela ini adalah contoh lain dari tingkat mengkhawatirkan yang telah dicapai Islamofobia dan gerakan rasis dan diskriminatif di Eropa.”

2. Iran

Iran Menyebutnya sebagai upaya untuk memicu kebencian dan kekerasan terhadap umat Islam, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengatakan beberapa negara Eropa dengan dalih palsu mengadvokasi kebebasan berbicara memungkinkan elemen ekstremis dan radikal untuk menyebarkan kebencian terhadap kesucian dan nilai-nilai Islam.

Kanaani mengatakan meskipun ada penekanan kuat pada hak asasi manusia dalam Islam, orang Eropa terus melembagakan anti-Islamisme dan Islamofobia dalam masyarakat mereka.

Dia menambahkan bahwa penodaan al-Quran adalah contoh nyata penyebaran kebencian dan memicu kekerasan terhadap umat Islam, yang tidak ada hubungannya dengan kebebasan berbicara dan berpikir.

3. Mesir

Mesir menyatakan kecamannya yang keras atas tindakan tercela yang memprovokasi perasaan ratusan juta umat Islam di seluruh dunia.

Mesir memperingatkan bahaya penyebaran tindakan yang menyinggung agama dan memicu ujaran kebencian dan kekerasan, menyerukan penegakan nilai-nilai toleransi dan hidup berdampingan secara damai dan mencegah pelanggaran terhadap semua agama dan kesuciannya melalui praktik ekstremis yang bertentangan dengan nilai-nilai kehormatan. untuk agama.

4. Pakistan

Kecaman juga dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Pakistan.

“Tindakan Islamofobia yang tidak masuk akal dan provokatif ini melukai kepekaan agama lebih dari 1,5 miliar Muslim di seluruh dunia,” kata sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Dikatakan oleh Kementerian Luar Negeri Pakistan tindakan semacam itu bukanlah ekspresi dari kebebasan ekspresi atau berpendapat, yang membawa tanggung jawab berdasarkan hukum hak asasi manusia internasional, seperti kewajiban untuk tidak melakukan ujaran kebencian dan menghasut orang untuk melakukan kekerasan.

“Kekhawatiran Pakistan disampaikan kepada pihak berwenang di Swedia. Kami mendesak mereka untuk memperhatikan sentimen rakyat Pakistan dan Muslim di seluruh dunia dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah tindakan Islamofobia,” tambah pernyataan itu.

5. Qatar

Qatar mengutuk izin otoritas Swedia untuk membakar al-Quran dan meminta masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawabnya untuk menolak kebencian dan kekerasan.

6. UEA

Uni Emirat Arab mengatakan menentang semua praktik yang ditujukan untuk mengacaukan keamanan dan stabilitas yang bertentangan dengan nilai dan prinsip manusia dan moral.

7. Arab Saudi

“Arab Saudi menyerukan untuk menyebarkan nilai-nilai dialog, toleransi, dan hidup berdampingan, serta menolak kebencian dan ekstremisme,” kata Kementerian Luar Negeri Saudi dalam sebuah pernyataan.

8. Kuwait

Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Salem Abdullah Al Jaber Al Sabah dalam pernyataan mengatakan insiden itu melukai sentimen Muslim di seluruh dunia dan menandai provokasi serius.

Dia meminta masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab dengan menghentikan tindakan yang tidak dapat diterima tersebut dan mengecam segala bentuk kebencian dan ekstremisme serta meminta pertanggungjawaban para pelaku.

9. Yordania

Yordania mengutuk pembakaran salinan al-Quran di ibu kota Swedia, Stockholm, menekankan penolakan Kerajaan itu atas tindakan yang memicu kebencian ini.

Yordania menekankan perlunya menyebarkan budaya perdamaian dan penerimaan satu sama lain dan mengutuk ekstremisme adalah tanggung jawab bersama.

10. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)

Organisasi Kerja Sama Islam yang berisikan negara-negara muslim mengatakan aksi pembakaran al-Quran adalah tindakan provokatif yang menargetkan Muslim.

Aksi itu dianggap menghina nilai-nilai suci agama Islam dan berfungsi sebagai contoh lebih lanjut dari tingkat mengkhawatirkan yang dicapai oleh Islamofobia. OKI meminta Swedia untuk menghukum mereka yang berada di balik apa yang disebut sebagai “kejahatan rasial”. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *