Indonesiadaily.net – Walau dalam situasi damai, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memastikan jika postur kekuatan negara siap menghadapi konflik di tengah kondisi damai itu.
Hal itu disampaikan Menhan saat pengarahan awal tahun kepada pejabat eselon I dan II di Kemhan seperti dilansir dari JawaPos.com, menurut dia masa bebas dari konflik atau masa damai merupakan waktu mempersiapkan adanya kemungkinan konflik.
“Tugasnya Kemhan dan TNI hanya satu, memastikan kesiapan. Masa damai adalah persiapan. Urusan tentara adalah kita harus siap. Seandainya ada konflik, kita sudah siap,” kata Prabowo.
Prabowo juga mengingatkan bahwa mental terkait kesiapan ini perlu mengakar di kalangan TNI. Sebagai garis pertahanan terdepan negara, TNI merupakan unsur terpenting dalam menjaga keamanan di Indonesia.
Karena itu, Prabowo berupaya memperkuat TNI melalui transformasi alutsista yang canggih dan modern. Salah satunya membentuk program refurbishment 41 kapal perang untuk meningkatkan kemampuan operasional dan memperpanjang usia pakai.
Program tersebut nantinya akan mencakup jenis Fast Patrol Boat (FPB)-57 Class, korvet Parchim Class, korvet Fatahillah Class, Kapal Cepat Rudal (KCR) Class, korvet Sigma Class dan korvet Bung Tomo Class.
Prabowo pun meminta agar Kemhan bisa meningkatkan produk pertahanan dalam negeri. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan sistem pertahanan rakyat semesta dengan perkuatan komando teritorial (koter).
Prabowo menekankan, produk pertahanan dalam negeri akan menjadi prioritas pada 2023. Hal ini merupakan bentuk pengabdian yang nyata kepada negara.
“Kelebihan kita saat ini adalah melaksanakan reorientasi kepada sishankamrata, komando teritorial. Karena dalam menjaga stabilitas negara, koter adalah jawaban terbaik. Saya lihat Babinsa dan Koramil sudah cukup efektif mewujudkan sishankamrata (sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta, Red),” pungkas Prabowo.(*)
Editor: Nur Komalasari






